Home Nasional Warta Esai Khutbah Daerah Cerpen Fragmen Ubudiyah Seni Budaya Sirah Nabawiyah Keislaman Internasional English Tafsir Risalah Redaksi Opini Hikmah Video Nikah/Keluarga Obituari Tokoh Hikmah Arsip Ramadhan Kesehatan Lainnya

Lembaga Kesehatan NU Sebut Efek Samping Vaksin Booster Masuk Kategori Ringan

Lembaga Kesehatan NU Sebut Efek Samping Vaksin Booster Masuk Kategori Ringan
Wakil Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) periode 2015-2021 dr Ahmad Fariz Malvi Zamzam Zein. (Foto: Istimewa)
Wakil Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) periode 2015-2021 dr Ahmad Fariz Malvi Zamzam Zein. (Foto: Istimewa)

Jakarta, NU Online
Wakil Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) periode 2015-2021 dr Ahmad Fariz Malvi Zamzam Zein menyebut bahwa vaksin booster memiliki risiko efek samping yang kecil. Hal ini merujuk kepada sejumlah jenis vaksin Covid-19 di Indonesia yang dinyatakan aman dan telah mengantongi izin penggunaan darurat dari Badan POM RI.


“Efek samping vaksin booster kurang lebih sama dengan vaksin dosis 1 dan 2. Begitupun terkait dengan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Dan kita ketahui bersama bahwa vaksin Covid-19 aman dengan laporan yang menunjukkan sedikitnya efek samping yang muncul, dengan sebagian besar termasuk dalam kategori ringan,” urainya kepada NU Online, Kamis (6/1/2022).


Pelaksanaan vaksinasi booster, kata dr Fariz, merupakan upaya pemerintah dan rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) guna meningkatkan efektivitas dari kekebalan kelompok (herd immunity).


“Ini didasarkan pada hasil riset-riset yang ada tentunya,” papar Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Cirebon ini.


Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon tersebut mengatakan, setidaknya terdapat dua kondisi yang menjadikan pelaksanaan vaksinasi booster ini penting. Pertama, adanya respon imun yang berkurang (waning immunity) setelah sedikitnya 8 bulan pasca vaksin.


Hal tersebut dikhawatirkan membuat imunitas seseorang atau komunitas akan menurun dan juga melahirkan potensi lebih besar kepada seseorang yang tidak mendapatkan vaksin booster terpapar virus Covid-19.


“Kedua, isu munculnya varian-varian virus Covid-19 akibat adanya mutasi. Kedua hal ini tentunya memerlukan strategi khusus untuk meningkatkan status imunitas seseorang terhadap Covid-19 dan memperluas cakupan proteksi vaksin terhadap berbagai varian yang ada,” terang dr Fariz.


Ia berharap, pelaksanaan vaksinasi booster ini bisa menjadi perhatian bersama bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dalam konteks pandemi, sambung dr fariz, masyarakat harus dalam kondisi status imun yang kuat dan protektif terhadap risiko terinfeksi Covid-19 dengan tetap menjalankan protokol kesehatan dan vaksinasi.


“Masyarakat harus produktif dan berkarya. Untuk tujuan itu, masyarakat harus sehat,” ungkap Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Waled Cirebon itu.


“Bagi yang sudah mendapatkan 2 dosis vaksin Covid-19, diharapkan dapat melanjutkan untuk mendapatkan vaksin booster,” imbuhnya.


Kontributor: Nuriel Shiami Indiraphasa
Editor: Muhammad Faizin



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×