Home Nasional Warta Esai Khutbah Daerah Cerpen Fragmen Ubudiyah Seni Budaya Sirah Nabawiyah Keislaman Internasional English Tafsir Risalah Redaksi Opini Hikmah Video Nikah/Keluarga Obituari Tokoh Hikmah Arsip Ramadhan Kesehatan Lainnya

Mengambil Pelajaran dari Hijrah Nabi ke Thaif dan Pilpres

Mengambil Pelajaran dari Hijrah Nabi ke Thaif dan Pilpres
foto ilustrasi
foto ilustrasi
Jombang, NU Online
Setiap manusia dianjurkan untuk terus berusaha dalam mencapai suatu tujuan, namun tidak setiap usaha akan menghasilkan hal yang diinginkan. Hal ini seperti yang disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Assaidiyah 2 Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, KH Ahmad Hasan.

Menurutnya, Nabi Muhammad SAW juga pernah berusaha hijrah ke Thaif dan perjalanan dakwah itu tidak berjalan sesuai keinginan karena ditolak warga setempat. Thaif adalah wilayah yang berjarak sekitar 80 kilometer dari Tanah Suci Makkah. Thaif adalah wilayah yang bersuhu dingin.

"Sebelum hijrah ke Madinah, nabi lebih dulu hijrah ke Thaif. Di sini nabi tidak diterima. Malah dilempari batu. Sampai-sampai malaikat Jibril menawarkan hendak membumihanguskan penduduk Thaif. Gunung Uhud mau diangkat dan ditimpakan pada mereka," katanya, saat mengisi kajian Islam di Masjid Jami Al-Fattah, Desa Candimulyo, Kecamatan Jombang, Kamis (18/4).

Rais Syuriah Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Jombang ini menagatakan, saat dilempari batu Rasulallah tidak dendam atau marah, bahkan menolak tawaran dari Jibril. Nabi justru mendoakan agar di kemudian hari anak keturunan orang Thaif termasuk orang beriman.

"Ini pelajaran kalau kita tidak boleh merusak obyek dan wilayah dakwah. Walaupun Pemilihan Presiden (Pilpres) kalah, Indonesia tetap harus dibuat aman. Agar bisa melahirkan generasi yang baik," ujarnya. 

Ketika Nabi Muhammad dilempari batu, sampai kakinya terluka dan bercucuran darah karena bocor. Orang yang selama ini tidak suka dan menghina nabi pun semakin senang, ternyata nabi bisa luka, tidak kebal. Mereka pun sempat menuduh Rasulallah SAW sebagai nabi palsu, tidak seperti nabi terdahulu.

"Ini pelajaran kalau kita tak boleh menyerah dalam berjuang. Tidak lama setelah ke Thaif, nabi hijrah ke Madinah dan sukses. Islam pun berkembang pesat," beber Kiai Hasan.

Rasulullah SAW hanya tinggal di Thaif selama 10 hari. Peristiwa penolakan Bani Tsaqif saat hijrah ke Thaif itu merupakan salah satu kejadian yang dianggap sebagai salah satu kejadian paling menyulitkan bagi Rasulullah SAW. Hal itu pernah diungkapkan Rasulullah SAW ketika Aisyah bertanya kepada Nabi SAW.

"Setelah mengalami masa-masa yang sulit selama hijrah ke Thaif, Allah SWT menghibur Rasulullah SAW dengan peristiwa Isra Mi'raj. Semua ada hikmahnya, termasuk Pilpres juga," tandasnya. (Syarif Abdurrahman/Muiz)



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×