Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Menpora Sarankan Kongres Rekomendasikan Malam Muhasabah di Pergantian Tahun

Menpora Sarankan Kongres Rekomendasikan Malam Muhasabah di Pergantian Tahun
Menpora, Imam Nahrawi di Kongres IPNU-IPPNU (kiri)
Menpora, Imam Nahrawi di Kongres IPNU-IPPNU (kiri)
Cirebon, NU Online
Sebagian besar masyarakat Indonesia merayakan malam pergantian tahun baru dengan hura-hura, membakar petasan, dan perbuatan tidak manfaat lainnya. Karenanya, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), H Imam Nahrawi menginginkan Kongres IPNU-IPPNU merekomendasikan untuk menjadikan momentum pergantian tahun sebagai malam muhasabah.

"Jadikan malam musahabah, malam taqarrub kepada Allah. Tinggalkan dulu segala hal yang biasa dilakukan selama ini. Semoga, kongres tahun ini mengamanatkan itu," katanya, di Pesantren KH Aqil Siroj (KHAS) Kempek, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, pada Ahad (23/12).

Ia lantas mengajak para peserta kongres untuk melakukan muhasabah dengan menyanyikan lagu Ebiet G Ade berjudul Berita Kepada Kawan.

"Mungkin Tuhan mulai bosan, melihat tingkah kita yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa, atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita, coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang," demikian lirik lagu Ebiet dinyanyikan bersama-sama dan suasana menjadi haru.

Pria asal Madura ini mengaku pernah mentashih tentang makna 'rumput yang bergoyang' langsung kepada pencipta lagu tersebut.

"Rumput yang bergoyang itu adalah isyarat orang-orang yang tidak berkepentingan dalam setiap kondisi apapun," jelasnya.

Orang-orang seperti itu, lanjut Imam, senantiasa berzikir kepada Allah. "Berzikir dengan menggoyang-goyangkan kepalanya, menyebut kalimah tayyibah. Itulah yang biasa dilakukan oleh NU," lanjutnya.

Selain itu, ia juga mengapresiasi Kongres IPNU-IPPNU kali ini yang diselenggarakan di pesantren. "Biasanya kongres itu kan di asrama haji atau hotel. Tapi tahun ini dilaksanakan di pesantren. Artinya, kita kembali ke rumah kita di mana kita diajarkan dengan segala kebaikan adab dan ketinggian akhlak," pungkasnya. (Aru Elgete/Muiz)


Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×