Home Nasional Warta Esai Khutbah Daerah Cerpen Fragmen Ubudiyah Seni Budaya Sirah Nabawiyah Keislaman Internasional English Tafsir Risalah Redaksi Opini Hikmah Video Nikah/Keluarga Obituari Tokoh Hikmah Arsip Ramadhan Kesehatan Lainnya

Momen Sejuk Muktamar: Gus Yahya dan Kiai Said Berangkulan, Disambut Shalawat Badar

Momen Sejuk Muktamar: Gus Yahya dan Kiai Said Berangkulan, Disambut Shalawat Badar
Ketum PBNU terpilih KH Yahya Cholil Staquf segera mendekati KH Said Aqil Siroj (Foto: Panitia Muktamar)
Ketum PBNU terpilih KH Yahya Cholil Staquf segera mendekati KH Said Aqil Siroj (Foto: Panitia Muktamar)

Bandarlampung, NU Online
Muktamar Ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) memasuki tahap pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa Khidmah 2021-2026 pada Jumat (24/12/2021) pagi. Pemilihan pada Rapat Pleno V itu berlangsung di Gedung Serbaguna (GSG) Universitas Lampung, Bandarlampung. Berdasarkan penghitungan panitia, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) memperoleh 337 suara, dan KH Said Aqil Siroj memperoleh 210 suara.

 

Setelahnya, suasana diliputi rasa haru. Gus Yahya dan Kiai Said berdiri saling menghampiri. Gus Yahya segera mendahului mencium tangan Kiai Said lalu disambut saling berangkulan dan saling mendoakan. 

 

Gemuruh tepuk tangan dan lantunan Shalawat Badar oleh muktamirin pun memenuhi Gedung Serba Guna Unila. Para awak media dan sebagian peserta muktamar mengabadikannya dalam bentuk foto dan video, kemudian menjadi viral di media sosial.

 

Sebelumnya, KH Said Aqil Siroj di sela sidang laporan pertanggungjawaban menyinggung adanya hubungan emosional dengan Gus Yahya. "Gus Yahya ini adalah cicit guru ayah saya, Kiai Cholil Haru," kata Kiai Said.

 

Sementara itu Gus Yahya dalam pidato sambutan mengucapkan terima kasih pertama kali kepada KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum PBNU 2010-2021. Ia menyebut sosok Kiai Said sebagai seorang guru yang memberikan pendidikan hingga ujian untuknya.

 

“Yang paling awal ingin saya haturkan terima kasih saya adalah kepada guru saya yang mendidik saya menggembleng saya menguji saya tapi juga membukakan jalan untuk saya dan membesarkan saya, Syaikhi wa Maulaya, Profesor Doktor Kiai Haji Said Aqil Siroj,” kata Gus Yahya.

 

“Saya tidak tahu apakah saya akan cukup umur saya untuk membalas jasa beliau,” sambung Gus Yahya.

 

Pengarah Muktamar Prof Muhammad Nuh saat membacakan hasil Sidang Pleno V mengaku Muktamar Ke-34 itu dibayangi oleh Muktamar Ke-33 yang sungguh menyedihkan kejadiannya. Beberapa kiai berpesan kepadanya untuk dijaga betul agar Muktamar Ke-34 NU berjalan sejuk. 

 

"Dan alhamdulillah, Panjenengan (Anda) semua bisa bersama-sama membawa Mukatamar NU dengan penuh kesejukan,” ungkap Prof Nuh sambil terisak.

 

Menurut Prof Nuh, Muktamar yang berlangsung dengan sejuk ini merupakan hadiah lima tahun terakhir bagi kepengurusan NU sekaligus sebagai persiapan menyongsong satu abad NU.   Ia juga berterima kasih kepada KH Said Aqil Siroj dan segenap pengurus NU yang telah berkhidmat selama lima tahun terakhir untuk memajukan ormas keagamaan Islam terbesar ini. 

 

"Dan tentu kepada Gus Yahya, kami ucapkan selamat. Semoga di tangan beliau, NU akan lebih baik lagi, lebih baik lagi, dan lebih baik lagi. Dengan demikian, pada hari ini, Jumat 19 Jumadil Ula 1443 H atau bertepatan 24 Desember 2021, telah dilaksanakan Sidang Pleno IV Muktamar Ke-34 NU di Gedung Serba Guna (GSG) Unila dengan agenda pemilihan Ketum PBNU 2021-2026,” ujar Prof Nuh.


Pewarta: Kendi Setiawan 
Editor: Fathoni Ahmad
 



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×