Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Muslimat NU Maluku Pamerkan Embal Makanan dari Singkong Beracun di Bazar Muktamar

Muslimat NU Maluku Pamerkan Embal Makanan dari Singkong Beracun di Bazar Muktamar
PW Muslimat NU Maluku saat bazar Muktamar Ke-34 NU di Lapangan Saburai, Bandar Lampung, Selasa (21/12/2021).
PW Muslimat NU Maluku saat bazar Muktamar Ke-34 NU di Lapangan Saburai, Bandar Lampung, Selasa (21/12/2021).

Lampung, NU Online

Pengurus Wilayah (PW) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Maluku memamerkan sejumlah makanan khas daerahnya dalam pameran bazar Muktamar ke-34 NU yang digelar di Lapangan Saburai, Enggal, Bandar Lampung. Di antaranya adalah embal, sebuah makanan berbahan dasar singkong.


Sekretaris PW Muslimat NU Haula Rahayaan mengatakan bahwa embal merupakan makanan khas Kapubaten Maluku Tenggara yang berbahan dasar kasbi atau singkong beracun yang dikonsumsi oleh masyarakat setempat. “Ini juga embal yang terbuat dari kasbi atau singkong beracun. Racunnya mengandung sianida,” ungkap Haula kepada NU Online saat ditemui di Lapangan Saburai, Enggal Bandar Lampung pada Selasa (21/12/2021).


Meskipun dikatakan berbahan dasar singkong beracun, Haula menyebut bahwa embal tetap aman dikonsumsi. Racun yang terkandung dalam kasbi akan keluar selama proses pembuatan. “Ini kan proses pengolahannya, pengeringannya, racunnya sudah keluar,” urai Haula.


Haula menjelaskan bahwa proses pembuatan embal dimulai dari singkong yang diubah menjadi tepung. Singkong kemudian dimasukkan ke dalam kantung untuk diperas atau ditekan menggunakan batu dan dibiarkan semalaman supaya kandungan air dalam singkong berkurang. Setelah proses tersebut, barulah kemudian tepung dari singkong bisa digunakan membuat embal.


Selain embal, dipamerkan pula dalam lapak (booth) yang ditempati oleh Muslimat NU Maluku tersebut beragam jenis makanan dari Provinsi Maluku meliputi cengkeh dan pala khas Kecamatan Banda di Maluku Tengah, kayu manis, mutiara asli dari Pulau Aru, minyak kayu putih khas pulau Buru, embal dari Maluku Tenggara, dan sagu dari Kabupaten Seram. 


Haula mengaku senang bisa berpartisipasi memeriahkan gelaran Muktamar ke-34 NU dengan mengikuti pameran bazar. Koordinasi panitia pelaksana terkait pelayanan di lapangan, dinilai sangat memuaskan. “Kita nggak menyangka bahwa apa yang kita mau cari, kita bisa koordinasi dengan keamanan, beliau sangat memfasilitasi,” ungkap Haula.


“Untuk beli keperluan tenda itu beliau fasilitasi cuma-cuma loh, nggak dibayar. Malah dibantu bikin spanduk nama di depan dan beli peralatan. Terima kasih ya, terus Banser NU juga sangat membantu. Barang-barang kita ini dibantu bawa angkut mereka,” imbuhnya.


Kontributor: Nuriel Shiami Indiraphasa
Editor: Syakir NF



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×