Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Ngobrol Filantropi di Pringsewu, Saatnya NU Jadi Pelaku 

Ngobrol Filantropi di Pringsewu, Saatnya NU Jadi Pelaku 
Ngobrol Filantropi di Gedung NU Kabupaten Pringsewu, Lampung Kamis (23/12/2021). (Foto: NU Care-LAZISNU)
Ngobrol Filantropi di Gedung NU Kabupaten Pringsewu, Lampung Kamis (23/12/2021). (Foto: NU Care-LAZISNU)

Pringsewu, NU Online
Berbagai kegiatan digelar panitia untuk memeriahkan Muktamar Ke-34 Nahdlatul Ulama di Provinsi Lampung. Kegiatan pengiring juga dilaksanakan oleh berbagai elemen sebagai wujud tabarukan muktamar. 

 

Di antaranya dilakukan oleh para pengurus NU Care-Lembaga Amil Zakat Infak Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) dari beberapa kabupaten/kota. Mereka menggelar Ngopi (Ngobrol Filantropi) di Gedung NU Kabupaten Pringsewu, Kamis (23/12/2021). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua NU Care-LAZISNU, M Wahib Emha.

 

Dalam kesempatan tersebut Wahib mengingatkan seluruh pengurus NU dan juga warga NU untuk mengimplementasikan ilmu dan teori tentang zakat dan infak. Bukan hanya teori saja yang terus dibahas dalam kitab kuning. 

 

Para kiai juga perlu langsung mendorong para santri untuk mempraktikkan ilmu tentang zakat sehingga mampu memberi kemaslahatan nyata bagi umat. 

 

"Saatnya menjadi fa'il (pelaku). Bukan na'ibul fail (objek) apalagi mabniyyun ala sukut (objek pasif/ diam saja. Kita harus jadi fail. Failan fi ekonomi, failan fi zakat, fa'lan fi filantropi dan wakaf," katanya. 

 

Sebagai ormas terbesar di Indonesia sudah semestinya zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat mampu dikelola maksimal oleh  NU Care-LAZISNU sebagai lembaga NU. Maksimal dalam konteks ini juga termasuk pengelolaan manajemen dan profesionalisme para pengurus. 

 

Saat ini, tren itu sudah terlihat dari upaya maksimal yang telah dilakukan oleh NU Care-LAZISNU dalam memaksimalkan potensi zakat, infak, sedekah (ZIS). Walau termasuk baru dibanding dengan lembaga ZIS lainnya yang sudah ada, namun NU Care-LAZISNU saat ini sudah mampu mengimbangi LAZ yang sudah lama eksis. 

 

Ia menyebut beberapa daerah yang mendapat penghargaan baik tingkat provinsi sampai dengan nasional. Sebagai contoh NU Care-LAZISNU Pringsewu yang berhasil menjadi LAZ terbaik di Provinsi Lampung yang diberikan oleh Pemerintah. 

 

Sementara Manajer NU Care-LAZISNU Pringsewu, Kabul Muliarto mengatakan bahwa kegiatan Ngopi ini merupakan ikhtiar untuk merealisasikan kemandirian organisasi yang menjadi tema besar Muktamar NU.


"Acara ini juga dihadiri oleh para pengurus LAZISNU dari berbagai daerah di Indonesia dan tentunya pengurus LAZISNU Kabupaten Pringsewu," kata dia.

 

Di antara pengurus daerah lain yang hadir yakni pengurus LAZISNU Muko-Muko, Karawang, Klaten Jogjakarta, Batang, Konawe (Papua), Depok, Semarang, Bogor, Padaman Barat, Mimika, NTT, Sulbar, aceh dan daerah lainnya. 

 

Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Kendi Setiawan



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×