Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Susianti, Guru Madrasah Multitalenta, Ajarkan Qori' hingga Seni Tari

Susianti, Guru Madrasah Multitalenta, Ajarkan Qori' hingga Seni Tari
Sebaik-baik manusia adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain. Pepatah Arab ini patut dijadikan pedoman untuk hidup yang berguna tidak hanya untuk dirinya sendiri tapi juga orang lain. 

Hal ini lah yang manjadi pelecut sosok Susianti dalam menikmati aktivitas sehari-hari. Perempuan kelahiran 21 September 1979 itu mengabdikan dirinya dalam dunia pendidikan dengan niat mencerdaskan generasi bangsa dengan bekal ilmu pendidikan baik agama maupun umum. Sehingga, seorang murid bisa menyeimbangkan antara keimanan dan ketaqwaan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 

"Karena keinginan mengabdi di dunia pendidikan itu saya memutuskan memilih jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) saat kuliah," ujarnya mengawali pembicaraan.

Selain menerapkan keseimbangan antara iman dan takwa serta ilmu pengetahuan dan teknologi, menurutnya seorang murid juga perlu dibekali keterampilan lain agar memiliki nilai dan kemampuan lebih. Keterampilan dapat meningkatkan nilai dan daya saing peserta didik ketika berada di masyarakat. 

Karena itu pula, perempuan yang akrab dipanggil Bu Susi itu juga tertarik untuk belajar keterampilan lain sejak kecil, yakni keterampilan di bidang seni baca Al-Qur'an. Bahkan dengan keterampilan itu dia bisa meraih berbagai juara dan mewakili daerahnya sebagai anggota kafilah di ajang Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ).

Kemampuan seni membaca Al-Qur'an dimilikinya sejak berumur sekitar 8 tahun, yakni ketika menginjak kelas 3 sekolah dasar. "Waktu itu, di desa saya yakni Desa Mangkupadi ada program khusus pembelajaran seni membaca Alquran. Untuk pengajar dipanggil khusus dari daerah Toli-Toli," kisahnya.

Masih terngiang di benak Bu Susi, awal mempelajari seni baca Alquran yang dilakukan dengan serba keterbatasan. "Kalau dulu tahun 1988, kondisi nya nggak seperti sekarang yang sudah ada lampu. Dulu listrik belum masuk, jadi belajarnya ya gelap-gelapan, hanya pakai lampu pompa (peteromax)," cakapnya menceritakan. 

Selang setahun belajar, tiba-tiba ada panggilan untuk mengikuti seleksi kejuaraan MTQ kecamatan. Kala itu, satu desa diwakili satu peserta. Setelah dilakukan pengumuman, kemudian dilakukan seleksi. Usai lomba panitia mengumumkan namanya menjadi juara 1 MTQ tingkat kecamatan yang baru saja dia lakukan.

Ketertarikannya dengan keterampilan membaca seni membaca Al-Qur'an lantaran ingin senantiasa melantunkan ayat-ayat Allah, hal itu pula yang menjadi penunjang motivasi untuk mengikuti MTQ.

"Yang membuat semangat saya mengikuti MTQ adalah karena ingin memperoleh pahala membaca Alquran dan ingin mendapat ridho Allah," tuturnya. 

Selain mahir di bidang seni baca Al-Qur'an, Bu Susi juga piawai di bidang seni tari khas Bulungan. Bu Susi pun tak menyia-nyiakan kemahirannya. Dia ingin berbagi ilmu dengan orang lain. Sehingga, ketika dibuka lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Tanjungselor, dia pun turut serta. 

Hasilnya, usai mengikuti tes, dan diumumkan hasilnya, nama Susianti muncul dan diterima sebagai PNS sesuai harapannya. Sebagai guru, tentunya asa untuk mengabdi dan mengamalkan ilmu yang dimiliki bisa terwujud. 

Pengabdian itu dimulai sekitar tahun 2003, bertepatan dengan turunnya SK PNS dari pemerintah. Ketika masuk di MIN 1 Tanjungselor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, murid yang ada di sana hanya sedikit. 

"Karena masih sedikit muridnya, kemudian dibuka program pengenalan baca tulis Alquran," tuturnya.

Hal ini membawa daya tarik tersendiri bagi masyarakat Tanjung Selor, sehingga setiap tahun pada saat penerimaan siswa baru selalu banyak peminatnya. Untuk membekali keterampilan anak didiknya, Bu Susi juga mengajarkan kemampuan yang dimiliki mulai seni tilawah, tarian khas Bulungan dan keterampilan lainnya seperti Tartil dan Rebana. 

"Untuk pembelajaran ini masuk ekstra kurikuler yang pelaksanaan pembelajarannya di rumah saya," tuturnya. 

Di sela-sela memberikan tambahan keterampilan aktivitas serta pengembangan diri selalu dilakukan. Karena itu, di tengah kesibukannya menjadi guru dia tetap mengasah kemampuan tilawahnya dengan berlatih dan bahkan mengikuti MTQ dan kejuaraan hingga luar negeri. 

Kejuaraan yang diikuti di antaranya Seni Baca Al-Qur'an (Tilawah) PGRI Tingkat Provinsi Kalimantan Utara di Tarakan, Seni Baca Al-Qur'an (Tilawah) PGRI Tingkat Nasional di Riau. 

Kemudian, Murottilah MTQ Korpri Tingkat Provinsi Kalimantan Utara di Bulungan, dan Murottilah MTQ Korpri Tingkat Nasional di Samarinda. 

"Selain itu saya juga turut dalam Majelis Tilawah Al-Qur'an Antar Bangsa di Melaka (Malaysia). Saya ikut majelis ini menjadi perwakilan BPKRMI dan menjadi juara harapan 1," tandasnya. 

Dia berharap kesuksesan-keseuksesan yang pernah dia raih bisa menjadi motivasi anak didiknya. Berkat ketelatenan dan keikhlasan Para pendidik, lulusan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Tanjung Selor banyak yang melanjutkan MTs, MA dan Perguruan Tinggi serta ada yang lulus di STPDN. Mereka juga banyak yang piawai qori' dan tari hasil didikan Bu Susi. (Nidhomatum MR)


Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×