Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Wakili Indonesia di Y20, Ketum PMII Usung Inklusivitas melalui Pendidikan dan Ekonomi Kreatif

Wakili Indonesia di Y20, Ketum PMII Usung Inklusivitas melalui Pendidikan dan Ekonomi Kreatif
Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Muhammad Abdullah Syukri (kiri). (Foto: Istimewa)
Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Muhammad Abdullah Syukri (kiri). (Foto: Istimewa)

Jakarta, NU Online

Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Muhammad Abdullah Syukri terpilih menjadi salah satu delegasi Indonesia pada ajang Youth Twenty (Y20), sebuah forum pemuda di antara negara-negara G20.


Abe, sapaan akrabnya, mengusung penguatan inklusivitas melalui pendidikan dan ekonomi kreatif. Menurutnya, dua hal tersebut menjadi faktor utama dalam menjaga keberagaman dan inklusi di antara sesama bangsa.


Ia menjelaskan, bahwa ekonomi kreatif memberikan ruang kolaborasi di antara banyak pihak masyarakat yang terlibat, mulai dari pembuatan hingga distribusi.


“Ekonomi kreatif mendorong agar masyarakat lebih terbuka, melakukan kolaborasi, konektivitas antara dunia ekonomi dan kebudayaan yang mereka bawa dari daerah,” katanya saat berkunjung di kantor NU Online, Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) lantai 5, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta pada Senin (4/7/2022) sore.


Lebih lanjut, Abe mengungkapkan bahwa kreativitas dari masyarakat, seperti kerajinan tangan sampai pertunjukan seni, dapat mengangkat nama daerah masing-masing. “Itu bisa mendorong kebudayaan dan kesenian yang beragam itu terbuka,” kata alumnus Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah itu.


Keberagaman dan inklusivitas sebagai tema yang menjadi fokus pembahasannya ini masih dimaknai secara beragam. Indonesia, misalnya, memaknai hal tersebut pada persoalan suku, agama, dan ras (SARA), serta disabilitas. Namun, di negara lain, dua hal tersebut diartikan pada wilayah yang berbeda, seperti ekonomi dan sosial.


Oleh karena itu, ia menyampaikan bahwa proposal kebijakan yang akan disusun nanti lebih bersifat umum, tidak secara detail.


Abe menyampaikan bahwa tugas delegasi bukan hanya mendiskusikan mengenai tema yang sudah ditentukan, tetapi juga menyusun proposal kebijakan. Hasilnya akan menjadi masukan bagi pemimpin negara-negara G20.


“Kita mendraf proposal kebijakan yang nantinya akan disodorkan kepada pemimpin dunia pada forum puncak G20,” ucap pria asal Pondok Buntet Pesantren Cirebon, Jawa Barat itu.


Ia menjelaskan bahwa tema tersebut memang ditentukan oleh Indonesia sebagai Presiden G20. Hal ini dibawa ke forum internasional guna mengampanyekan keragaman Indonesia melalui forum Y20. “Kita punya semangat Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Gotong Royong. Ini yang ingin dipromosikan Pemerintah Indonesia kepada dunia, bagaimana mengelola keberagaman itu,” katanya.


Selain tema keberagaman dan inklusivitas, forum Y20 yang puncaknya akan diadakan pada 17-24 Juli 2022 di Bandung dan Jakarta itu juga membahas pekerja muda, keberlangsungan bumi, dan informasi digital.


Pewarta: Syakir NF
Editor: Muhammad Faizin



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×