Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Ansor Sumut: AS Jangan Intervensi Mesir

Ansor Sumut: AS Jangan Intervensi Mesir
Medan, NU Online
Gerakan Pemuda Ansor meminta Amerika Serikat tidak mengintervensi urusan internal Negara Mesir. Sebab Mesir merupakan negara berdaulat dan negara asing tidak berhak mengintervensi kedaulatan tersebut.

Hal tersebut ditegaskan Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor Sumatera Utara H Fadli Yasir SAg didampingi Wakil Bendahara Feriandi SE di Medan, Ahad (6/2), menanggapi memanasnya situasi politik di Mesir dalam beberapa pekan terakhir.<>

"Mesir merupakan negara berdaulat. Jadi tidak ada satu pun negara di dunia ini yang berhak mengintervensi kedaulatan tersebut termasuk Amerika Serikat," ujar Fadli.

Ditambahkannya, sebagai sebuah negara berdaulat, rakyat Mesir berhak menentukan siapa pemimpin mereka tanpa campur tangan pihak asing. Apakah masih tetap mempertahankan Presiden Husni Mubarok atau tidak, terserah kepada rakyat Mesir.

"Jangan mentang-mentang merasa sebagai negara adi kuasa, Amerika lantas dengan semena-mena mencampuri internal bangsa lain, termasuk mencampuri internal Mesir. Ansor menolak keras sikap Amerika yang berupaya mengintervensi Mesir," tegasnya.

Feriandi menambahkan, wujud penolakan terhadap sikap AS yang berupaya mengintervensi Mesir, dalam beberapa hari ke depan GP Ansor Sumut akan melakukan unjukrasa ke Konjen AS di Medan.

"GP Ansor Sumut akan menyampaikan pernyataan sikap kepada Konjen AS bahwa kita menolak keras sikap AS yang mencoba mengintervensi Mesir sebab Mesir adalah negara berdaulat," tandasnya. (srd)


Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Warta Lainnya

Terpopuler Warta

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×