Solo. NU.Online
Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Solo Raya lakukan penjagaan saat umat Kristen selenggarakan kebaktian di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Ahad (2/10).
Komandan Banser Cabang Surakarta, Moch. Dharmadji Asror, mengatakan, turunnya personel dari organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama (NU) itu sebagai wujud toleransi antar-umat beragama.
<>
Dharmadji menegaskan, pengamanan yang dilakukan Banser, hanya untuk menjaga lingkungan dan tidak untuk mencampuri kegiatan ibadah yang tengah berjalan.
”Kami dari Banser memang turut membantu memberi pengamanan. Kami melihat memang jemaah gereja masih sedikit trauma. Tadi saja pintu tempat kejadian kemarin masih ditutup sehingga jemaah masuk dari samping,” ujarnya.
Kebaktian yang digelar di GBIS Kepunton, kemarin dimulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Banser pun setia memberikan pengamanan selama sepanjang wakti itu, bahkan saat kebaktian malam, yakni dari pukul 17.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB, mereka tetap berjaga.
”Hari ini (kemarin) tadi kami berjaga dari pukul 06.00 sampai 12.00 dan dari pukul 17.00 sampai 20.00. Besok (hari ini) juga rencananya kami masih tetap berjaga dari pukul 17.00 sampai pukul 21.00. Pihak gereja sendiri yang tadi meminta kami dan kami menyanggupi,” kata Dharmadji.
Ketua GP Ansor Kota Solo, Nur Kholis mengatakan, GP Ansor turut berpartisipasi aktif dalam menjaga kemanan sejak GBIS Kepunton dijadikan sasaran bom bunuh diri. GP Ansor Kota Solo, mendapat dukungan dari GP Ansor Kabupaten Klaten dan Kabupaten Sukoharjo serta GP Ansor Kabupaten Sragen.
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor: Cecep Choirul Sholeh
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Maulid Nabi Muhammad dan 5 Tugas Kenabian
2
Khutbah Jumat: Tidak Ada Alasan untuk Tidak Bersyukur atas Kelahiran Rasulullah
3
Peristiwa Pengemudi Ojol Tewas Dilindas Polisi Picu Perlawanan Rakyat Lebih Besar
4
Khilaf dan Kurang Cermat, PBNU Minta Maaf Telah Undang Peter Berkowitz
5
Khutbah Bahasa Jawa: Bungaha kelawan Rahmat Paling Agung — Kanjeng Nabi Muhammad saw
6
Kesejahteraan Guru Terancam, Kemendikdasmen Hanya Dapat 7% dari Rp757 Triliun Anggaran Pendidikan
Terkini
Lihat Semua