Home Nasional Warta Esai Khutbah Daerah Cerpen Fragmen Ubudiyah Seni Budaya Sirah Nabawiyah Keislaman Internasional English Tafsir Risalah Redaksi Opini Hikmah Video Nikah/Keluarga Obituari Tokoh Hikmah Arsip Ramadhan Kesehatan Lainnya

KH Nur Iskandar SQ: Flu Babi Teror Baru Buat Pesantren

KH Nur Iskandar SQ: Flu Babi Teror Baru Buat Pesantren
Jakarta, NU Online
Ketua Majelis Silaturrahim Kiai dan Pengasuh Pondok Pesantren se-Indonesia (MSKPI) KH Nur Muhammad Iskandar SQ menyatakan, kalangan pondok pesantren merasa terpukul dengan gencarnya pemberitaan seputar dugaan adanya virus flu babi atau H1N1 di beberapa pondok pesantren di Indonesia.

”Berbagai pemberitaan itu (baca: flu babi) membuat kalangan pondok pesantren terpukul dan terteror. Sepertinya ini maunya tersebar di pesantren. Dan beritanya sedemikian luas,” katanya dihubungi NU Online di Jakarta, Selasa (28/7).<>

Menurut pengasuh pondok pesantren As-Shidiqiyah itu, serangan bom yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu telah menyebabkan kalangan pasantren terteror, kini muncul teror baru.

”Adanya bom itu saja sudah membuat kita terteror karena dikiranya anak-anak kita yang melakukan itu. Lha sekarang ada lagi teror baru, flu babi,” katanya.

Ia berharap media massa tidak berlebihan mengaitkan flu babi ini dengan pesantren, karena virus ini, kalaupun ada, bisa menyerang lapisan masyarakat manapun dan dimanapun, tidak tertentu bagi kalangan pesantren.

”Lha pemberitaannya sudah dibesarkan. Ini yang membuat masyarakat merinding. Padahal kan belum tentu ada. Semuanya masih dugaan saja,” katanya.

Ditanya apakah ada pihak-pihak tertentu yang sengaja menghembuskan isu flu babi dipesantren, Kiai Nur Iskandar menyatakan, pihaknya belum bisa memastikan hal itu. ”Kita belum melakukan investigasi,” katanya. (nam)


Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Warta Lainnya

Terpopuler Warta

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×