Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Kongres IPNU Bahas Masalah Gerakan Pelemahaan Paham Aswaja

Kongres IPNU Bahas Masalah Gerakan Pelemahaan Paham Aswaja
Jakarta, NU Online
Kongres Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) ke-16 akan digelar di Pondok Pesantren Al Hikmah, Brebes, Jawa Tengah, pada 20 Juni 2009. Dalam forum yang diikuti perwakilan pimpinan cabang dan pimpinan wilayah IPNU se-Indonesia itu bakal dibahas masalah maraknya gerakan ‘pelemahan’ paham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

IPNU menilai, remaja dan pelajar NU, terutama di perkotaan, kini menghadapi gerakan berpaham non-Aswaja. Gerakan itu masuk serta beraktivitas melalui masjid atau musola yang didirikan dan dikelola kalangan nahdliyin (sebutan untuk warga NU).<>

Karena itu, menggarap basis remaja masjid menjadi salah satu usulan rekomendasi pada Kongres IPNU nanti, kata Ketua Pimpinan Pusat IPNU, M. Rikza Chamami, di Jakarta, Kamis (11/6), melalui surat elektronik yang dikirimkan kepada NU Online.

Rikza mengakui, masalah tersebut menjadi perhatian IPNU saat ini. Sebab, katanya, “Remaja masjid di perkotaan sekarang hampir lepas dari perhatian pelajar NU.” IPNU bertekad untuk memberikan perhatian lebih pada masjid sebagai upaya penanaman nilai-nilai Aswaja yang digariskan NU.

“Jangan sampai masjid-masjid NU banyak kegiatan, tapi diisi oleh kajian agama yang melemahkan ajaran NU,” imbuh Rikza.

Salah satu rekomendasi yang diusulkan untuk masalah tersebut, IPNU akan membentuk kepengurusan komisariat remaja masjid. Khusus di perkotaan yang padat penduduk, remaja masjid perlu dilakukan pendekatan dengan pengenalan organisasi IPNU. Tujuannya adalah mewadahi dan membina mental ke-Aswaja-an.

“Kalau di perkotaan, remaja masjid dikenalkan IPNU, maka ajaran NU akan bisa diterima di tengah masyarakat kosmopolit” terang Rikza.

Pendekatan organisasai, kata Rikza, tentunya tidak dilakukan dengan metode normatif. Perlu inovasi khusus untuk menanamkan nilai NU bagi generasi muda di perkotaan. Untuk memulai langkah itu, “Yang dibutuhkan adalah mengaktifkan anak-anak pengurus NU sendiri. Setelah itu, baru dilakukan perluasan terhadap masyarakat sekitar.” (rif)


Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Warta Lainnya

Terpopuler Warta

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×