|
|
 |
Dianggap Sesat, Masjid-masjid NU Diambilalih
Kamis, 25 Mei 2006 02:11
Jakarta, NU Online Kehidupan beragama di Indonesia semakin tidak aman. Sekelompok orang yang mengatasnamakan Islam telah serampangan mengambilalih masjid-masjid milik warga (Nahdlatul Ulama) NU dengan alasan bid’ah dan beraliran sesat.
“Saya mendapat laporan, masjid-masjid milik warga NU, terutama di daerah-daerah banyak yang diambilalih oleh kelompok yang mengklaim dirinya paling Islam. Alasannya, karena NU dianggap ahli bid’ah dan beraliran sesat,” demikian diungkapkan Ketua PBNU Masdar F Mas’udi kepada wartawan di Kantor Wahid Institute, Jalan Taman Amir Hamzah, Jakarta, Rabu (24/5)
Pengambilahan yang dimaksud, kata Masdar, berbentuk penggantian para takmir masjid yang selama ini diisi oleh warga nahdliiyin (sebutan untuk warga NU). Demikian juga dengan tradisi-tradisi ritual keagamaan khas NU pun diganti.
Tak tanggung-tanggung. Meski tak menyebut detil, Masdar mengatakan, jumlah masjid milik warga NU yang diambilalih mencapai ratusan. “Banyak, hampir semua. Saya kira ratusan,“ katanya.
Masdar menambahkan, memang tidak ada label NU pada masjid-masjid yang dimaksud. Namun, tidak sedikit masjid-masjid tersebut dibangun bersama-bersama oleh warga NU, dan itu adalah merupakan hak warga NU.
“Warga NU memang tidak pernah memberikan pelabelan terhadap masjid yang dibangun bersama. Hal itu merupakan kelongggaran warga NU terhadap warga yang lain. Tapi kelonggaran itu dimanfaatkan oleh sekelompok orang yang mengklaim dirinya paling Islam,“ terang Masdar.
Meski tidak menjelaskan secara detil identitas kelompok di balik semuanya, namun Masdar mensinyalir hal itu dilakukan oleh kelompok garis keras. “Saya kira kelompok-kelompok fundamentalis itu,“ tandasnya.
Masdar menyerukan kepada warga nahdliyyin untuk mengambil kembali masjid-masjid tersebut. Karena masjid-masjid tersebut merupakan hak NU. “Warga NU harus mengambil haknya,“ katanya.
Meski demikian, ia menyatakan bahwa NU tidak akan membalas aksi pengambilalihan tersebut dengan cara kekerasan. “Kita tidak akan menyerang, tidak akan menyerbu orang lain. Yang jelas kita akan ambil apa yang menjadi hak kita,“ tegasnya. (rif)
« Kembali ke arsip
Warta | Print|
Share
Komentar:
akhmad aflaha menulis:
n/a
akhmad aflaha menulis:
jangan tinggal diam dong, pengurus nu harus aktif sosialisasikan bahaya laten ini,ini ancaman masa depan NU
Halim menulis:
management dakwah NU saat ini krng efektif, ormas2 yg lain saat ini mendapat perhatian dari masyarakat khususnya dikawasan kota. saya pernah diskusi dg tmn dari persis banyak Warga NU yg berpindah haluan ke ormas yg lain krn dalil2 yg digunakan dlm pelaksanaan ubudiyah kurang kuat atau tidak sohih, padahal menurut apa yg saya pelajari itu sohih. hal ini dikrn kan kurangnya kualitas SDM santri NU shg ktk ada diskusi dg ormas lain dia tdk bs menunjukkan dalil
Abi Faiz menulis:
Sangat realistis bila saat ini dipertanyakan, apakah NU masih menjadi organisasi yg terbesar di Indonesia? Ujung tombak PKS saat ini sudah banyak menguasai majelis ta'lim di daerah2 termasuk di daerah saya di Bali. Sementara pergerakan NU di daerah2 sangat tidak kelihatan. Regenerasi NU sangat tidak terorganisasi menurut pendapat saya. Saya yang lahir dan besar di Jombang tentu sangat prihatin dengan kondisi seperti ini. Yang membuat NU kelihatan besar adalah para pentolan NU sangat mahir mendramatisasi "konflik". Sementara kualitas kaderisasi sangat lemah. Dulu walaupun saya tidak begitu aktif, tapi sangat bangga apabila bisa ikutan nimbrung dalam acara-acara IPNU, ANSOR, BANSER, dll. Saat ini tidak jauh2 dari wilayah JATIM, dalam kasus lumpur Lapindo di Sidoarjo mana peran BANSER yg dulu dan sangat dulu sekali, BANSER selalu terdepan dalam membantu bencana2 seperti itu. Di Aceh, yg sering terlihat adalah sukarelawan dari PKS. Duuhh.. Kyai-kyai yg menjadi panutan kami, pikirkan kembali kualitas NU jangan terlena oleh "kuantitas" NU. Jangan sering2 membuat acara kumpul2 kyai, kalaupun toh ada acara kumpul2 antar kyai, janganlah terlalu sering diliput TV, biar gak keliatan NU itu besar, padahal kenyataan sebaliknya....
tulus menulis:
NU harus bangkit! Ayo Kyai Hasyim, segera bertindak dan action segera dengan kenyataan seperti ini! Berikan penyadaran kepada para Kyai NU untuk kembali menggalakkandakwah2 dan benar2 mengayomi jemaah NU di daerah2. Sekarang ini, jangankan mikirnya di luar Jawa, lha di Jawa Timur sendiri saja sudah mulai memperihatinkan keberadaan NU dengan ancaman2 seperti ini. Ayo bangun lah para Kyai...jangan hanya mengurusi politik...jangan berkutat di area kekuasaan yang akhirnya melupakan jemaah dan membuat keadaan NU jadi seperti ini...
Khusus bagi Kyai2 NU yang mengurusi PKB, seperti (maaf) Kyai Idris, Kyai Abdurrahman Chudlori, Kyai Faqih, dsb...saya mohon untuk tidak berfokus kepada seputaran hal tersebut secara penuh. PKB harus bersatu! PKB adalah sarana NU untuk berjuang di sisi politik, dan topangan nya jelas adalah Nu, karena itu Kyai2 jangan kemudian jadi bablas melibatkan diri dalam dunia politik sehingga posisinya sebagai penopang NU jadi terlupakan. Ayo lihat keadaan yg terjadi sekarang, bagaimana!
Saya tidak memihak kepada Gus Dur, tapi saya rasa, biarkan saja Gus Dur menjadi corong NU dalam bidang pilitik, dan NU (dalam hal ini kyai), topang saja seperlunya. Karena kalau terus menerus berkutat dalam konflik demi konflik, makan saya khawatir keberadaan NU akan makin mentragis. Maaf, apabila ada perkataan yg dirasa salah.
fahrul menulis:
Assalaamu'alaikum Wr.Wb.
Sebagai ormas Islam terbesar,NU harusnya tahu berbagai macam masalah yg menimpa bangsa ini, khususnya lg masalah Islam yg "beraneka ragam". Jika niat kita baik, InsyaAllah, Allah Azza wa Jalla akan mengabulkan niat kita. Dan orang2 yg ingin melenyapkan NU secara pelan2, jgn diladeni dgn nafsu.Tahu sendiri khan nafsu itu siapa..?Anggap saja mereka adalah syetan yg mengganggu kita. Jika syetan yg mengganggu,kita ladeni dgn nafsu mereka akan tertawa riang. karena puas bisa mengalahkan kita."Para hamba Allah di bumi telah banyak kehilangan rasa kehambaannya. Mereka lbh senang mnjd hamba dunia dan nafsunya, bahkan menjadi hamba syetan."
Saya yakin NU akan tetap menjadi wadah bagi umat Islam di Indonesia bahkan di dunia....dan untuk para kyai NU, tolonglah kami warga nahdiyyin untuk bisa merasakan ketentraman hati lagi dgn taushiyah2nya....
Meskipun sabar kita tetap harus waspada....!
Wassalaamu'alaikum Wr.Wb
Yayon Argianto menulis:
Mohon maaf apakah tidak sebaiknya kita tidak terburu nafsu untuk menuduh pihak lain merebut masjid dsb jangan sampai nantinya di level bawah seperti kami2 ini timbul pertentangan saling curiga dsb. apakah tidak lebih baik kita saling mawas diri ttg keaktivan dan pengelolaan masjid. siapa tahu kita sudah tidak lagi meramaikan masjid dgn kegiatan2 yang sesuai kebutuhan jamaah.
hariyadi menulis:
Masalahnya bukan rebutan masjid atau jamaah, yang jadi masalah adalah bagaimana kita mendudukkan masalah perbedaan antar umat dengan cara yang baik dan simpatik. apalagi masyarakat kita yang semakin pintar harus dijelaskan semua latar belakang perbedaan dan menjelaskan apa yang dianggap sesat dengan dasar yang bisa dipertanggung jawabkan setelah itu terserah umat untuk memilihnya. Mengenai saudara kita yg mudah membid'ahkan atau mengkafirkan sesama umat salam perlu diadakan dialog terbuka dg catatan tidak ada yang merasa paling benar. Barangkali kitab yang mereka baca belum banyak/komprhensif. Kalau masih ngotot ngeyel yahh tinggal terserah umat , disini NU harus berlomba dengan startegy dakwah yang simpatik dan mengena , punya argument yang kuat dan diterima si semua lapisan.
Dakwah yang mudah membidahkan sesama muslim harus dimbangi dengan dakwah yang arif meluruskan perbedaan dengan memberikan ilmu prinsip saling menghormati, umat harus dikasih tahu apa dan dimana dasar perbedaan. Saya yakin NU itu gudangnya orang berilmu (agama), kalau umat sudah paham, nanti khan yang jualan bid'ah dengan sendirinya tidak laku. Di satu sisi NU yang katanya moderat harus banyak bersauara, jujur kita akui yg banyak beredar di kalangan umat, mahasiswa, cendekiwan, taklim, media kebanyakan dari mereka ..dimana suaramu NU, yang kita dengar hanya yang nyleneh-2 dr cendekia NU.
Saya tidak setuju pks = mereka yg suka membida'ahkan, saya melihat kader pks justru kebanyakan dari cendekiawan (yang notebene NU), saya lihat semau situs pks dan pesantren (NU) hampir semua sama.
Kita juga perilaku contoh simpatik dari
para petinggu NU di panggung politik, mbok yaoo ngurusin umat itu no.1 , jangan regejegan sendiri, Kasih contoh bahwa NU itu pewaris para salafus sholih, maaf tanpa membandingakn contoh kader PKS yang ndak banyak ngomongcengkerengan tapi langsung terjun ke masayaraka kalau ada msalah
Hidup!! NU
dari Oman
zam zam kusumaatmaja menulis:
Selama ini Nu dianggap paling banyak tetapi bila dilihat dari kecirriannya iya banyak mesjid dan musholla yang mirip dengan kultur NU tetapi apakah meraka mau mengaku bahwa dia NU sedangkan Nu sendiri terutama dijakarta tidak tampak aktipitas yang menonjol bila dibandingkan dengan kelompok lain terutama dalam kepeduliannya terhadap masyarakat umum
Umair menulis:
NU jangan terburu menuduh sana sini, seharusnya lebih mawas diri terhadap generasinya,
Orang tua kita mungkin NU, tapi kita sbg anak-2nya gimana bangga dengan NU bilamana sekarang NU lebih sangar,apalagi dengan Banser,
bukan hanya marah tapi juga merusak fasilitas ormas lain yang beda paham, inikah yang diajarkan oleh Pendahulu kita..?
kami sebagai generasi terus terang justru jadi simpatik pada aktivis lain yang kenyataanya lebih "NU" baik dalam beragama dan ber sosialisasi..
apalagi dalam urusan agama,kok santri NU bsia dibikin klepek-2 ama orang baiasa yang bukan santri tapi cuman belajar agama dari kampus atau sekolah ..
ada apa dengan dirimu NU
Karkun menulis:
saya dari kelompok jamaah tabligh tidak cuman akan ngambil masjid NU tapi pesantren2 Nu akan kami ambil. Lihat pesantren alfatah temboro dulu milik NU tapi skearang markaz kami. Jamaah tabligh fgn karkunya akan merebut dakwah dis eluruh dunia.
iwan menulis:
Mas Karkun, njenengan ngomong yang enak mas, telinga ini panas!!!, para Ulama NU banyak yang meninggal memperjuangkan negara ini, memperjuangkan hidup kita2 yg mas, gak ada dulu namanya jama`ah tabligh, jamaah wal ini wal itu, kenapa baru muncul sekarang mas?,sampeyan jangan bisa mbacot aja, gak pernah berjuang seenak udel nyerang harqah orang!!!! jangan lupa agama ISLAM MASUK KE INDONESIA ATAS DASAR AHLU SUNNAH WAL JAMAAH MELALUI WALI SONGO. sekarang semua pada enak aja nyalahin NU. NU yg lagi tidur ini mari kita bangkitkan, jgn kita "kesrimpet" sarung ini. tegakkan jama`ah, hadapi para penyerang. Kita pantang menyerang sesama saudara Islam, tapi k lo qta diserang ya ayo!!!! jangan demi kerukunan umat kita mau aja diinjak injak!!!! AL mukarrom Hadratush Syaikh KH. Hasyim Asyari pasti menangis melihat NU sekarang, saya pun sebagai generasi muda NU menangis melihat NU sekarang. K lo ada yg mau menyingkirkan Islam dan NU, saya siap Syahid!!!
alan alaska menulis:
mari kita tingkatkan dakwah untuk memajukan Islam. adapun berbagai macam organisasi hanyalah sebagai kendaraan untuk suatu tujuan yang lebih besar, jangan saling menjelekkan, mengkafirkan,memusuhi, dan lain sebagainya. saya yakin ketika ummat bersatu maka kejayaan akan kita raih, tidak ada yang salah dengan NU,Muhammadiyah, Jamaah Tabligh, dll. tapi yang salah adalah oknum yang ingin memancing di air keruh yang akan memperkeruh suasana. saya ragu, jangan-jangan mereka bukan dipihak kita. segera perbaiki niat dalam berjuang, semoga berhasil saudaraku...amin
MMFaozi menulis:
Saya Lahir & besar di NU, belajar dipesantren NU Al Fattah Demak, kuliah di UMS (MUhammadiyah). Smp skg Insyaallah masih bermadzhab Imam Syafii.
Skg masjid-masjid di lingkungan NU sepi dari jama'ah & amal masjid.
Sudah saatnya kita punya pikir dan risau, bagaimana agar kita dan orang-orang Islam kembali memakmurkan masjid.
Salah satu tanda kejayaan Islam adalah apabila jama'ah sholat shubuh sama dengan jama'ah sholat jum'at. Allah SWT berjanji akan menurunkan rahmat dari semua penjuru dan arah yang tidak disangka-sangka.
Sabda Rosulullah SAW"Apabl ummatku sudah mengagung-agungkan dunia maka tercabutlah dari hatinya kehebatan islam dan apabl ummatku sudah meninggalkan amar ma'ruf nahi munkar mk tdk mendpt keberkahan wahyu dan apabila umat sudah saling ejek satu sama lain maka jatuhlah mrk dr pandangn Allah"
Pak Masdar, apakah anda sudah serius mengajak orang NU ke arah itu. Ataukah bapak sibuk mengajak umat untuk cinta dunia?
Aminah menulis:
Bukan hanya masjid2 NU yang harus diselamatkan tapi warga Nahdliyin harus diselamatkan dari gerakan Transnasional salahsatunya JT. Jamaah tabligh ini sangat ekspansif didlam mencari pengikut dan menguasai masjid2 NU.
Yang q takutkan banyak warga akar rumput NU yang jadi pengikut kaum jaulahj ini.
Info Kiat menulis:
Pengambilalihan masjid dan surau seperti itu sudah lama terjadi di Sumatera dengan alasan bidah. Ustadz-ustadz syafi'iyah kalah debat dan semangat dengan ustadz-ustadz "modern", sementara organisasi seperti NU tidak ada. NU kalah jaringan dan kader.
aziz menulis:
yaa memang inilah kenyataannya, NU sudah ada di ujung tanduk, marilah kita sebagai warga nu lebih berfikir dewasa dan muhasabh nafsi, jangan syukur2 nyalahin orang, tpi mari giatkan kembali ke nu an kita, jangan terlena dengan kwantitas dan kebesaran nama aja, tpi kwalitasnya yng harus lebib kita pentingkan. dan jangan terlalu fanatik dengan ke nu an kita kita sehingga membuat kita tambah bodoh dan tidak mau mengambil pendapat orang lain
miskin_ilmu menulis:
bukan hnya masjid2 NU ... masjid dit4 saya yg notabene pendirian dan pengembangannya didanai dari muhammdiyah kini sudah di ambil alih ...
saya jugak tidak tahu detil alasan mereka...
tarsihekaputra menulis:
ya, ada kesan pengambil alihan hanya saja kelompoknya tak dijelaskan. Dan tentu kesalahan selalu tertujukan pada kelompok JT (subhanallah), mudah-mudahan Allah mengampuni. Kenapa musti selalu memojokkan JT ya
ibnu menulis:
Sudah saatnya nu ditinggalkan... krn para kiai sekarang telah mementingkan harta dan dunia... minta dihormati bagai manusia suci... berebut kedudukan... menyebarkan ajaran2 sihir...
sudah saatnya kita kembali kepada islam yg sejati... Quran dan Hadist
[1 of 2]
1,
2 >|
|
kembali ke atas
 |

|