::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Korban Tsunami Banten: 62 Orang Meninggal, 584 Luka-luka, 20 Orang Hilang

Ahad, 23 Desember 2018 12:41 Nasional

Bagikan

Korban Tsunami Banten: 62 Orang Meninggal, 584 Luka-luka, 20 Orang Hilang
Kondisi di Pandeglang (Foto: BMKG)
Jakarta, NU Online
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyatakan bahwa korban tsunami yang menerjang Anyer Banten dan Lampung Selatan terus mengalami peningkatan jumlah.

Sutopo mengungkapkan, data terkini korban tsunami Banten dan Lampung ialah 62 orang meninggal, 584 orang luka-luka, dan 20 orang hilang.

“Evakuasi korban tsunami di Selat Sunda terus dilakukan oleh tim gabungan. Jumlah korban terus bertambah. Hingga 23/12/2018 pukul 10.00 WIB tercatat 62 orang meninggal dunia, 584 orang luka & 20 orang hilang. Ratusan rumah dan bangunan rusak. Alat berat dikerahkan untuk evakuasi,” terang Sutopo, Ahad (23/12) lewat keterangan persnya.

Menurutnya, feomena tsunami di Selat Sunda termasuk langka. Letusan Gunung Anak Krakatau juga tidak besar. Tremor menerus namun tidak ada frekuensi tinggi yang mencurigaikan.

“Tidak ada gempa yang memicu tsunami saat itu. Itulah sulitnya menentukan penyebab tsunami di awal kejadian,” jelasnya.

Sementara itu, tim gabungan NU Peduli (LPBINU, LAZINU, LKNU, Banser, Paga Nusa) bencana telah melakukan penyisiran dan evakuasi korban. Langkah ini melibatkan berbagai elemen termasuk BPBD Banten.

Sekretaris Lembaga Penaggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Yayah Ruchyati mengatakan, saat ini LPBINU mengirimkan tim relawan NU Peduli Bencana.

“Tim ini segera melakukan pencarian, evakuasi, asesmen, dan memberikan bantuan awal berupa makanan, nutrisi, air bersih, serta obat-obatan,” ucap Yayah. (Fathoni)