::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Tiga Hal yang Menunjukkan Kemuliaan Seseorang Menurut Imam Syafi’i

Selasa, 15 Januari 2019 07:30 Hikmah

Bagikan

Tiga Hal yang Menunjukkan Kemuliaan Seseorang Menurut Imam Syafi’i
Bagi sebagian manusia, kemuliaan adalah suatu hal yang sangat diidamkan dalam kehidupan dunia. Tapi hal apa saja yang menunjukkan bahwa manusia itu seorang yang mulia atau tidak dalam kehidupannya? Apakah karena harta, gelar, jabatan, tampang atau lainnya?

Dalam kitab Manaqib Asy-Syafi’i Lil Baihaqi, Imam Syafi’i menjelaskan bahwa terdapat 3 hal yang menunjukkan kemuliaan seseorang. Hal itu sebagaimana berikut:

كثمان الفقر حتى يظن الناس من عفتك أنك غني

Pertama, mampu menyembunyikan kemiskinannya. Sehingga orang disekitarnya menyangka dia adalah orang berada, hal itu dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kehormatannya. Dan juga agar tidak merepotkan orang lain.

وكثمان الغضب حتى يظن الناس أنك راض

Kedua, mampu menyembunyikan kemarahannya. Sehingga orang disekitarnya menganggap dia ridho, dan tidak ada kemarahan sedikitpun ketika sedang menghadapi sesuatu yang tidak disenangi. Hal ini sebagai upaya meminimasilasi konflik, dan munculnya prasangka buruk dari orang lain terhadap diri sendiri.

وكثمان الشدة حتى يظن الناس أنك متنعم

Ketiga, mampu menyembunyikan kesulitan dan kesusahannya. Sehingga orang disekitarnya menyangka, bahwa dia orang yang penuh kenikmatan dan kecukupan. 

Menjadi mulia adalah keinginan setiap manusia, namun tidak setiap manusia mengetahui tentang hakikat kemuliaan.

Tiga hal yang menunjukkan kemuliaan seseorang yang diutarakan oleh Imam Syafi’i, menunjukkan bahwa kemuliaan seseorang bukan diukur dari seberapa banyak gelar akademisnya, seberapa banyak hartanya, dan lain sebagainya.

Tetapi kemuliaan yang hakiki adalah kemuliaan atas ketaqwaan seseorang kepada sang maha pencipta, yaitu Allah SWT. (Nur Hasan)