::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Saat Ustadz Abdul Somad Berbaiat Thariqah ke Habib Luthfi

Ahad, 10 Februari 2019 09:05 Nasional

Bagikan

Saat Ustadz Abdul Somad Berbaiat Thariqah ke Habib Luthfi
Jakarta, NU Online
Pakar Tasawuf KH M. Luqman Hakim menilai bahwa baiat thariqah atau tarekat merupakan hal penting di antaranya untuk menyambung sanad keilmuan. Banyaknya ilmu yang dimiliki seseorang harus dilengkapi dengan ijazah agar mendapat ridha Allah SWT.

Sebab itu menurut Kiai Luqman, baiat thariqah yang dilakukan Ustadz Abdul Somad kepada Habib Luthfi sudah tepat.

Pengasuh Pondok Pesantren Rauhdatul Muhibbin Caringin, Bogor, Jawa Barat itu memberikan penjelasan melalui dialog imajiner seperti dilihat NU Online, Ahad (10/2) lewat twitternya.

"Mengapa UAS baiat Thariqah ke Habib Luthfi, dia kan sudah banyak paham Tafsir dan Hadits?" tanya santri.

"Sehebat apapun orang yang mengenal macam jenis obat. Tapi ia harus dapat ijazah dokter kalau pengin praktik," jawab kiai.

"Itu kan tradisi akademis saja, kiai."

"Tradisi yang diridhoi," jelas kiai.

Seperti diinformasikan, Ustadz Abdul Somad menyambangi kediaman Habib Luthfi di Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat (8/2). UAS datang untuk berbaiat thariqah Qadiriyah wa Naqsabandiyah kepada Habib Luthfi yang merupakan Rais ‘Aam Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) Nahdlatul Ulama.

Selain berbaiat thariqah, kiai muda asal Riau itu juga berusaha mengonfirmasikan beberapa sanad thariqat kepada Habib Luthfi. Bahkan, dalam pertemuan penuh kehangatan tersebut, Habib Luthfi menyebut panggilan “Syekh” untuk Ustadz Abdul Somad.

"Silaturrahim ke kediaman Habib Luthfi bin Yahya. Masya Allah, menyejukkan, zahir dan batin," ujar UAS mengungkapkan.

UAS melanjutkan safarinya di Jawa Tengah dengan bertemu pengasuh Pesantren Al-Anwar Sarang, KH Maimoen Zubair. Kemudian bersambang ke Pondok Pesantren Tebuireng sekaligus berziarah ke makam Hadhratussyekh KH Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim, dan Gus Dur. (Fathoni)