::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Menag Minta Penelitian Relevan dengan Konteks Kekinian

Selasa, 26 Maret 2019 17:00 Nasional

Bagikan

Menag Minta Penelitian Relevan dengan Konteks Kekinian
Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Agama

Serpong, NU Online
Direktorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam menggelontorkan Rp 32 milyar untuk penelitian para dosen. Dana sebesar itu diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi kebutuhan masyarakat saat ini.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta agar penelitian yang dilakukan mampu menjawab persoalan masyarakat terkini.

"Penelitian yang dilakukan oleh sivitas akademika kita mestinya betul-betul dalam upaya merespons kebutuhan riil," katanya saat memberikan arahan pada Annual Conference on Research Proposal (ACRP) 2019 di Hotel Grand Horisson, Jalan MH Thamrin, Kota Tangerang, Banten, Selasa (26/3).

Artinya, lanjut Menag, jumlah penelitian yang banyak itu tidak semata memperkaya tema, tetapi juga relevan dengan konteks kekinian. Hasilnya bisa ditindaklanjuti dan diaplikasikan ke dunia nyata, baik berupa regulasi ataupun tatanan kehidupan bersama.

Meskipun demikian, Menag menegaskan bahwa bukan berarti pembahasan di luar konteks terkini tidak penting mengingat riset tidak berbatas. Namun, penelitian tidak harus terpaku dengan kajian masa lalu saja. Tetapi hal yang berkaitan dengan kebutuhan riil juga tak kalah pentingnya.

"Masyarakat di luar sana mengharapkan kontribusi," katanya.

Ia mencontohkan penelitian tentang usia akil baligh. Mungkin, menurutnya, dalam konteks kekinian bisa berubah. Hal itu bukan sebagai sebuah gugatan atas ketetapan yang sudah menjadi acuan masyarakat Muslim pada umumnya, tetapi justru sebagai bentuk penguatan berdasarkan argumentasi keilmuan.

"Bukan menggugat acauan kita, tapi upaya mendalami sesuatu sebagai basis ilmiahnya," katanya.

Dengan begitu, Lukman yakin tidak hanya keilmuannya saja yang berkembang melainkan juga peradabannya bergerak lebih baik.

"Tidak hanya keilmuan berkembang, tapi peradaban kita semakin berkembang ke arah lebih baik," pungkasnya. (Syakir NF/Muhammad Faizin)