::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Habib Luthfi: Tarekat Samaniyah Tidak Sesat

Senin, 03 November 2014 16:30 Nasional

Bagikan

Habib Luthfi: Tarekat Samaniyah Tidak Sesat

Jakarta, NU Online
Beberapa pekan ini Tarekat Samaniyah kembali ramai diperbincangkan menyusul pemberitaan sejumlah media bahwa ia menyebarkan ajaran sesat dan sejumlah tuduhan miring lainnya. Fatwa sesat Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun keluar.
<>
Meski MUI telah meralat lahirnya fatwa sesat tidak ditujukan kepada tarekat ini, melainkan kepada individu pengikut tarekat, namun tetap memicu kontroversi. Bahkan, FUI Sumatera Utara serius untuk membubarkan tarekat NU tersebut. (NU Online, 30/10).

Rais Aam Jam’iyyah Ahli al-Thariqah al-Mu’Tabarah al-Nahdliyah (JATMAN) Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya mengatakan ada kesalahan yang melibatkan oknum pengikutnya. Pihak-pihak terkait seperti MUI mestinya melakukan tabayyun (klarifikasi) kepada JATMAN.  

“Itu kan karena kesalahan oknum. Biar diselesaikan dulu di internal. Memangnya MUI dan FUI itu segala-galanya kok mau bubarin. Mbok ya tabayyun dulu,” tegas Habib Luthfi ketika diwawancarai NU Online usai penutupan Munas Alim Ulama dan Konbes Nahdlatul Ulama di markas besar NU Jl Kramat Raya 164 Jakarta, Ahad (2/11) siang.

Habib Luthfi prihatin atas sikap keras sebagian umat Islam di Sumatera Utara. “Saya sangat menyayangkan sikap mereka yang ndak mau tabayyun, khususnya MUI. Kami siap duduk bersama dengan MUI untuk bahas masalah ini. Saya bicara tarekatnya ya. Bukan oknumnya. Samaniyah tidak sesat, yang sesat oknumnya. Kalau tarekatnya memang saya bela,” tegas Habib Luthfi.

Habib Muhammad Luthfi menyebut Tarekat Samaniyah termasuk salah satu cabang tarekat mu’tabarah yang diakui NU, “Tarekat Samaniyyah itu salah satu dari 43 tarekat yang diakui NU dan bergabung dengan JATMAN,” tegasnya.

JATMAN, lanjut Habib Luthfi, setidaknya menaungi 43 aliran Tarekat Mu'tabarah. Dari sekian banyak aliran tersebut, oleh JATMAN dikelompokkan menjadi mu’tabarah dan ghai'ru mu’tabarah. Tarekat mu'tabarah adalah aliran tarekat yang memiliki sanad muttashil (bersambung) sampai kepada Nabi Muhammad SAW.

“Rasulullah SAW menerima dari Malaikat Jibril AS yang didapat dari Allah SWT. Sehingga bisa diikuti dan dikembangkan. Sedangkan tarekat ghairu mu'tabarah adalah aliran tarekat yang tidak memiliki kriteria seperti tersebut di atas. Jumlahnya ya sisanya yang ada,” paparnya.

Aliran-aliran tarekat yang dinilai mu'tabarah adalah: 1) 'Abbasiyah, 2) Akbariyah,  3) Baerumiyah, 4) Bakriyah, 5) Buhuriyah, 6) Ghaibiyah, 7) Haddadiyah, 8) Idrisiyah,  9) Isawiyah, 10) Justiyah, 11) Khadliriyah, 12) Khalidiyah wa al-Naqsyabandiyah, 13) Madbuliyah, 14. Maulawiyah, 15) Rifa'iyah, 16) Sa’diyah, 17) Sumbuliyah, 18) Syadzaliyah, 19) Syuhrawiyah, 20) Umariyah, 21) Utsmaniyah.

Kemudian, 22) Ahmadiyah, 23) Alawiyah, 24) Bakdasyiyah, 25) Bayumiyah, 26) Dasuqiyah, 27) Ghozaliyah, 28) Hamzawiyah, 29) Idrusiyah, 30) Jalwatiyah, 31) Kalsyaniyah, 32) Khalwatiyah, 33) Kubrawiyah, 34) Malamiyah, 35) Qadiriyah wa al-Naqsyabandiyah, 36) Rumiyah, 37) Samaniyah, 38) Sya'baniyah, 39) Syathariyah, 40) Tijaniyah, 41) Usyaqiyah, 42) Uwaisiyah, dan 43) Zainiyah.

Sejarah mencatat, Tarekat Samaniyyah merupakan salah satu cabang dari Tarekat Syadziliyah yang didirikan oleh Syeh Abul Hasan al-Syadzili (w. 1258). Pendiri Tarekat Sammaniyah adalah Syaikh Muhammad bin Abdul Karim As-Samani Al-Hasani Al-Madani (1718-1775 M). (Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)