::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kemenag Akan Gelar Dialog Pimpinan Ormas Islam Tingkat Nasional

Rabu, 07 Juni 2017 02:03 Nasional

Bagikan

Jakarta, NU Online 
Kementerian Agama akan menyelenggarakan Dialog Pimpinan,Tokoh Ormas Islam Tingkat Nasional. Dialog ini akan dilaksanakan di Jakarta tanggal 9-11 Juni 2017 mendatang dengan mengusung tema "Modernisme Islam sebagai Keharusan".

Direktur Penais Khoiruddin menjelaskan bahwa dialog akan dihadiri oleh 154 orang peserta. Menurutnya, peserta kegiatan ini terdiri dari Ketua Ormas Islam baik di tingkat pusat maupun tingkat provinsi, para Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf Kanwil Kementerian Agama Provinsi di seluruh Indonesia serta peserta dari lingkungan Ditjen Bimas Islam.

Sedangkan narasumber yang akan dihadirkan di antaranya adalah Menteri Agama, Sekjen Kemenag, Plt. Dirjen Bimas Islam, Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Ketua Umum MUI, Ketua Umum PBNU, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Azyumardi Azra dan Valentino Dinsi.

Khoiruddin menyampaikan harapan Menag terhadap kegiatan Dialog Pimpinan Ormas Islam Tingkat Nasional ini, selain dapat menjalin silaturahim dengan para tokoh ormas juga diharapkan dapat menata permasalahan-permasalahan umat.

"Salah satunya adalah mengenai seruan untuk bermuamalah yang baik melalui media sosial," ujarnya sebagaimana disampaikan kepada kemenag.go.id seusai melaporkan persiapan Nuzulul Quran dan Kegiatan Dialog Pimpinan Ormas Islam Tingkat Nasional kepada Menteri Agama, Selasa (6/6).

Berkaitan dengan hal tersebut, ia menjelaskan bahwa dalam Dialog dengan Pimpinan Ormas Islam tersebut juga akan dilakukan sosialisasi fatwa MUI No. 24 Tahun 2017 mengenai Hukum dan Pedoman Bermuamalah melalui Media Sosial. (Red: Abdullah Alawi)