::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

NU Boikot Kemendikbud Jika Tetap Jalankan Sekolah 5 Hari

Jumat, 16 Juni 2017 01:01 Nasional

Bagikan

NU Boikot Kemendikbud Jika Tetap Jalankan Sekolah 5 Hari
Jakarta, NU Online 
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menegaskan bahwa organisasi massa Islam terbesar di Indonesia itu menolak dengan tegas pemberlakuan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tentang Sekolah Lima Hari. 

“Kita menolak keras kebijakan Sekolah 5 Hari. Pendidikan yang sudah ada kan sudah baik. Kalau ada yang kurang, ya diperbaiki,” katanya pada saat konferensi pers menolak kebijakan Sekolah Lima Hari di gedung PBNU, Jakarta, Kamis (15/6).

Menurtu Kiai Said, kebijakan Mendikbud sangat merugikan banyak pihak, terutama pengelola madrasah di desa-desa.  Daripada melakukan hal semacam itu, menurut Kiai Said, sebaiknya meningkatkan kualitas sistem yang ada. “Yang sudah ada, ayolah ditingkatkan. Pagi sekolah di SD. Sore sekolah di madrasah agama. Di desa-desa semua begitu. Malamnya mengaji Al-Qur’an,” ungkapnya.  

Ketika ditanya Kemendikbud dan Kemeneag akan mengadakan koordinasi untuk menjalankan kebijakan tersebut, menurut Kiai Said, NU akan tetap menolaknya. “NU tidak ada urusannya dengan itu. Jika keduanya menjalankan keputusan itu, NU akan memboikotnya,” tegasnya.  

Upaya-upaya menolak kebijakan tersebut, lanjutnya akan terus dilakukan NU sampai maksimal tidak diberlakukan. “Terus akan kita desak Presiden. Sampai saat ini komunikasi sudah dilakukan Sekretaris Jenderal PBNU H. Helmy Faishal Zaini,” pungkasnya. (Abdullah Alawi)