::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kepemimpinan Santri Bawa Bangsa dan Negara Lebih Berkarakter

Rabu, 18 Oktober 2017 14:00 Daerah

Bagikan

Kepemimpinan Santri Bawa Bangsa dan Negara Lebih Berkarakter
Ilustrasi istighotsah santri di Sidoarjo.
Jombang, NU Online 
Jelang Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh setiap 22 Oktober setiap tahunnya, banyak kalangan menyoroti terkait keberadaan santri dari berbagai sisi. 

Di antaranya datang dari salah satu politisi PKB Jombang, Kartiyono. Kalangan santri menurutnya merupakan cikal bakal pemimpin yang memang diharapkan bangsa saat ini. Sebabnya ada banyak bekal dalam dunia kepemimpinan yang sudah dimiliki santri. Itupun, paparnya, sudah dibidik sejak dini.

"Santri adalah cikal bakal pemimpin bangsa yang handal. Ketangguhan mental, kecerdasan berpikir dan kekuatan spiritual santri tidak perlu diragukan lagi, ini terbukti semua aspek itu dimiliki oleh santri," ujarnya, Rabu (18/10).

Selain itu menurutnya, santri sudah terbiasa dididik dengan disiplin, jujur dan tanggung jawab serta mandiri dari usia yang masih sangat muda. Dari pola didikan tersebut, imbuhnya, maka sebenarnya santri sudah memiliki karakter dan ciri khas tersendiri saat ditarik di dunia kepemimpinan.

"Kematangan dalam memimpin, kearifan dalam bertindak serta jujur, peduli serta punya jiwa gotong royong yang tinggi dan akhlaqul karimah sudah menjadi ciri khas kepemimpinan santri," urai Kartiyono.

Bahkan Ketua Fraksi PKB DPRD Jombang ini menyebutnya, tampuk kepemimpinan di tangan santri akan lebih bermartabat. Disamping itu, lanjutnya, santri akan lebih bisa membawa bangsa ini mempunyai jati diri dan karakter yang kuat. 

"Itu juga sudah dibuktikan mulai bangsa ini sebelum kemerdekaan, peran serta kontribusi santri dalam andilnya merebut kemerdekaan dan menegaskan harga diri bangsa ini yang kita kenal dengan Resolusi Jihad yang diserukan Hadratus Syeh KH Hasyim Asy'ari," jelas Kartiyono.

Ia mencontohkan kepemimpinan di era reformasi saat almaghfurlah KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Gus Dur yang kental dengan kesantriannya, paparnya, mampu membawa bangsa dan Negara Indonesia disegani oleh berbagai negara di dunia. 

"Nah ini adalah bukti bahwa santri akan bisa memimpin bangsa ini, dan menjadi bangsa yang berkarakter," tuturnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)