::: ::: 

::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Gusdurian dan Lintas Agama Bondowoso Adakan Sewindu Haul Gus Dur

Selasa, 02 Januari 2018 17:02 Daerah

Bagikan

Gusdurian dan Lintas Agama Bondowoso Adakan Sewindu Haul Gus Dur
Bondowoso, NU Online
Jaringan Gusdurian Kabupaten Bondowoso Jawa Timur menggelar Sewindu Haul Gus Dur dengan tema Semua Demi Bangsa dan Negara. Sejumlah tokoh lintas agama dan warga sekitar turut hadir  memeriahkan kegiatan tersebut. Kegiatan cukup sederhana ini dilangsungkan di Pure Tri Darma Santi kelurahan Nangkaan, Sabtu (30/12) malam.

Koordinator jaringan Gusdurian Kabupaten Bondowoso, Daris Wibisono Setiawan mengatakan kegiatan ini tidak lain untuk mengenang teladan yang telah diberikan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. "Gusdurian lahir ingin mengamalkan apa yang diajarkan Gus Dur tentang bagaimana menghargai mayoritas, serta menyayangi kalangan minoritas," katanya.

Hal tersebut sebagaimana dilakukan Gus Dur ketika pertama kali berpidato di Amerika Serikat. “Ketika itu Gus Dur mengatakan kalau dirinya telah memberikan contoh kepada dunia. Bahwa saya di Indonesia sangat menghargai minoritas, dan meminta tolong agar di Amerika juga menghargai kalangan minoritas,” ungkapnya.

Sedangkan selaku tuan rumah Pure Tri Darma Santi, Wayan dari agama Hindhu menjelaskan bangunan tempat suci ini. “Pure ini kami beri nama Pure Tri Darma Santi, tri yang artinya tiga, perilaku yang tiga yaitu perilaku yang baik, berkata-kata yang sopan, baik dan berbuat yang baik. Sedangkan santi artinya damai,” jelasnya.

Wayan yang juga aktif dalam perkumpulan kifayah umat Islam mengemukakan rasa bangganya atas kedatangan jaringan Gusdurian dari Bondowoso. “Kami sangat terima kasih, berbangga hati,” ungkapnya. Dirinya merasa dilindungi, apalagi dipercaya sebagai bendahara kifayah di mana ia tinggal, lanjutnya.

Ia berharap dengan diselenggarakan Sewindu Haul Gus Dur kesan dan pesannya dapat terus dilanjutkan. “Bahwa  kita hendaknya toleran dalam berbangsa dan bernegara. Menjaga bhineka tunggal ika dan para pemuda penerus regenerasi tetaplah bertanggung jawab,” harapnya.

Sewidun Haul Gus Dur dikemas dalam ngaji teladan Gus Dur diisi Naufal Kawakib dan Mustawi.(Ade Nurwahyudi/Ibnu Nawawi).