::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Sejak 1961 YKSKB Konsisten Didik Masyarakat di Kertasari

Selasa, 09 Januari 2018 16:02 Daerah

Bagikan

Sejak 1961 YKSKB Konsisten Didik Masyarakat di Kertasari
Bandung, NU Online 
Hampir 1500 alumnus Yayasan Kesejahteraan Sosial Karya Bhakti (YKSKB) menghadiri reuni akbar di gedung sekolah Karya Bhakti kampung Sukasari, Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung (7/1).  

Berada di kaki gunung Wayang, hulu sungai Citarum, yayasan pendidikan ini konsisten memberikan penyadaran pendidikan di Kertasari. Dapat dikatakan, YKSKB lembaga pendidikan pertama di gunung wayang tersebut. 

Lembaga pendidikan ini pada awalnya hanya pondok pesantren yang dirintis KH Muhammad Oyo Sutarya pada tahun 1961. Ia merupakan tokoh NU yang pernah nyantri di Cipasung. "Awalnya, lembaga ini sebagai tempat Pendidikan Guru Agama (PGA), namun berkembang sampai Madrasah Aliyah kini," ujar H Asep Syarifulloh ketua YKSKB. 

Asep menuturkan, salah satu tantangan lembaga pendidikan di tengah masyarakat pertanian dan perkebunan adalah sikap abai terhadap pentingnya sekolah. "Mulanya, masyarakat di sini memilih pergi ke kebun untuk bertani karena lebih menguntungkan, tapi kini mulai sadar terhadap pendidikan," ujarnya. 

Salah satu alumnus, Mamat Rahmat (61) mengatakan, dirinya sangat senang ketika acara reuni Akbar seluruh angkatan ini. "Mudah-mudahan alumni dari sini menjadi figur di masyarakat," ujarnya. "Sebab dulu kondisi bangunan sangat memprihatinkan, tapi kini sudah maju". 

Alumnus angkatan 83 ini berharap para lembaga ini semakin maju untuk mengedarkan anak bangsa meskipun berada di kaki gunung.

Selain tempat santri mondok, YKSKB kini menaungi pendidikan usia dini hingga sekolah menengah atas (Madrasah Aliyah). (Pungkit Wijaya/Abdullah Alawi)