::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Bersama Europol, Facebook Berkomitmen Perangi Konten Kekerasan

Senin, 15 Januari 2018 11:00 Internasional

Bagikan

Bersama Europol, Facebook Berkomitmen Perangi Konten Kekerasan
Ilustrasi (© Reuters)
Den Haag, NU Online
Facebook berkomitmen untuk menghapus berbagai konten yang mempropagandakan kekerasan atau terorisme. Media sosial raksasa ini berjanji menjadikan platform mereka sebagai tempat yang tidak bersahabat bagi teroris,lapor AFP.

Lebih khusus, media sosial ini mengatakan akan mengeliminasi unggahan kelompok teror yang mengatasnamakan Islam.

Pekan lalu sejumlah perwakilan Facebook datang ke markas besar Europol di Den Haag, Belanda, dan terlibat dalam perundingan penting dengan badan-badan kepolisian Eropa. Mereka antara lain mendiskusikan  bagaimana menghentikan dan menghapus "barisan jihad" Islam. Europol merupakan badan khusus kriminalitas Uni Eropa yang didirikan pada 1999.

Pihak Europol mengatakan, para perwakilan Facebook juga bergabung dengan para pejabat Instagram dan polisi dari Inggris, Prancis dan Belgia, yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengapus secara cepat konten ekstrem yang diunggah di kedua platform tersebut.

"Badan Kepolisian Eropa telah bekerja sama dengan Facebook selama dua tahun terakhir terkait usaha mengurangi akses propaganda online," ujar kepala Unit Rujukan Internet Europol, Vincent Semestre, seperti dilansir AFP, Sabtu. 

Semestre menambahkan, sebanyak 99 persen konten teridentifikasi dan dihentikan.  

Konten kekerasan juga menyusut seiring dengan kondisi ISIS yang berada di ambang kekalahan di Irak dan Suriah. Tapi Semestre memperingatkan bahwa kapasitas produksi mereka tetap bekerja inftensif yang sulit dideteksi oleh program komputer. (Red: Mahbib)