::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Menaker: Inovasi Tingkatkan Daya Saing Bangsa

Rabu, 14 Maret 2018 21:45 Nasional

Bagikan

Menaker: Inovasi Tingkatkan Daya Saing Bangsa
Jakarta, NU Online
Saat ini inovasi berperan penting dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Inovasi menjadi hal yang sulit dielakkan bagi setiap individu, organisasi, kelompok maupun sebagai bangsa agar tetap bertahan dan berdaya saing.

“Kalau dulu orang teriak Merdeka atau Mati, maka hari ini teriak Inovasi atau Mati. Kalau tidak inovatif, anda lewat. Jadi inovasi penting untuk tingkatkan daya saing bangsa,“ kata Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri dalam acara Learning Innovation Summit 2018 bertajuk Peran Pendidikan Vokasi dalam Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia yang digelar Ruangguru di Jakarta, Rabu (14/3).

Menteri Hanif mengatakan tantangan saat perkembangan teknologi informasi begitu massif, industri tanpa terasa tiba-tiba menjadi tidak relevan dan tidak kompetitif lagi. Karena itu pemerintah terus mendorong industri agar mentransformasikan dari old industri menjadi new industri terkait perkembangan teknologi informasi yang cepat dan massif tersebut.

“Kalau industrinya dengan perkembangan jaman tak berubah, maka dia akan begitu cepat jadi tidak relevan dan kalah bersaing. Kalau industri tak berubah, maka ada dua hal terjadi industrial shock, baik bussiness shock atau manpower shock. Mungkin dia bisa bersaing dan survive, tapi konsekuensinya adalah PHK secara massif sehingga menimbulkan instabilitas di perusahaan bahkan instabilitas politik,“ katanya.

Karena itulah, pemerintah terus mendorong agar semua industri melakukan transformasi atau inovasi dari model lama ke model baru. Industri mengalami perubahan, maka pekerjaan pun akan mengalami perubahan. Industri yang menutup diri dipastikan akan kalah bersaing dengan dunia mancanegara.

"Pemerintah terus mendorong industri terus mentransformasi dari old industri menjadi new indsutri. Karenanya, kalau industri tidak berubah maka dia akan cepat kalah bersaingan," ujarnya.

Untuk mengantisipasi 'terbunuhnya' sejumlah pekerjaan akibat perkembangan teknologi informasi, Menteri Hanif mengatakan akan bermunculan pula sejumlah peluang pekerjaan baru. Dalam kurun waktu 3,5,10-20 tahun ke depan, sudah selayaknya harus disiapkan pemetaan menyangkut sektor pekerjaan yang bakal tumbuh dan menyusut.

“Kami di Kemenaker menyiapkan pemetaan sektor pekerjaan yang akan tumbuh dan menyusul, setelah pekerjaan berubah maka skill juga akan berubah. Saran saya pertimbangkan speed dalam dunia usaha, inovasi," kata Menteri Hanif.

Menteri Hanif mengajak para anak muda tetap optimistis dan bekerja keras dalam menghadapi perubahan yang sangat cepat.

“Kuncinya hari ini ada dua, kerja keras dan inovasi. Kalau anak-anak muda kita mau kerja keras dan inovasi,  maka akan survive di dunia yang penuh perubahan sekarang ini,“ katanya.

Dibutuhkan peran swasta (Ruangguru) dalam meningkatkan kapasitas SDM yakni pengembangan program pelatihan (misalnya kombinasi tatap muka dan pembelajaran jarak jauh) dan penyediaan bahan pembelajaran jarak jauh berbasis aplikasi (e-learning).

Learning Innovation Summit 2018 digelar pada 14 Maret 2018 di The Kasablanka Hall, Mal Kota Kasablanka Jakarta. Konferensi  bertaraf internasional ini merupakan konferensi pendidikan pertama dalam skala besar di Indonesia yang berfokus pada penggunaan teknologi untuk kegiatan belajar di sekolah dan korporasi. (Red: Kendi Setiawan)