::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Dasar Hadist Shalat Sunnah Sebelum Ashar

Rabu, 18 Juli 2018 12:00 Shalat

Bagikan

Dasar Hadist Shalat Sunnah Sebelum Ashar
(Foto: ibtimes.com)
Selain shalat wajib, shalat sunnah juga sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Dalam Islam terdapat banyak macam shalat sunnah. Di antara shalat sunnah yang sangat dianjurkan adalah shalat rawatib, yaitu shalat yang dikerjakan setelah atau sebelum shalat wajib.

Berikut ini adalah rincian shalat rawatib, yaitu shalat sunnah sebelum shubuh, sebelum dan sesudah zuhur, sebelum ashar, sebelum dan setelah maghrib, dan sebelum dan setelah isya’.

Syeikh Abu Syuja’ dalam Matan Taqrib menjelaskan:

والسنن التابعة للفرائض سبعة عشر ركعة: ركعتا الفجر، وأربع قبل الظهر وركعتان بعده، وأربع قبل العصر، وركعتان بعد المغرب، ثلاثة بعد العشاء يوتر بواحدة منهن

Artinya, “Sunnah yang mengiri shalat fardhu ada 17 rakaat: dua rakaat sebelum shubuh, empat rakaat sebelum dzuhur dan dua rakaat setelahnya, empat rakaat sebelum ashar, dua rakaat setelah maghrib, dan tiga rakaat setelah isya dengan sekaligus witir satu rakaat.”

Dari penjelasan di atas, yang tidak termasuk shalat sunnah hanyalah shalat setelah shubuh dan setelah ashar, karena itu termasuk waktu yang dilarang shalat.

Sementara shalat sunnah sebelum maghrib, meskipun tidak dimasukan dalam penjelasan di atas, tetap disunnahkan berdasarkan hadits Bukhari-Muslim.

كُنَّا بِالْمَدِينَةِ فَإِذَا أَذَّنَ الْمُؤَذِّنُ لِصَلاَةِ الْمَغْرِبِ ابْتَدَرُوا السَّوَارِىَ فَيَرْكَعُونَ رَكْعَتَيْنِ رَكْعَتَيْنِ حَتَّى إِنَّ الرَّجُلَ الْغَرِيبَ لَيَدْخُلُ الْمَسْجِدَ فَيَحْسِبُ أَنَّ الصَّلاَةَ قَدْ صُلِّيَتْ مِنْ كَثْرَةِ مَنْ يُصَلِّيهِمَا

Artinya, “Dulu ketika kami berada di Madinah, di saat muazin mengumandangkan azan maghrib, mereka langsung saling berlomba untuk melakukan shalat dua rakaat dan dua rakaat. Bahkan kalau ada orang asing masuk masjid, mereka akan menyangka bahwa shalat maghrib sudah dilaksanakan saking banyaknya orang yang melakukan shalat dua rakaat tersebut,” (HR Muslim).

Kemudian shalat yang disunnahkan juga, berdasarkan penjelasan Syekh Abu Syuja’, adalah shalat sunnah sebelum Ashar. Dalam hadits riwayat Al-Tirmidzi, orang yang mengerjakan shalat sunnah sebelum ashar akan dirahmati Allah SWT.

Rasulullah SAW mengatakan:

رحم الله امرءا صلى قبل العصر أربعا

Artinya, “Allah SWT merahmati orang yang shalat empat rakaat sebelum Ashar,” (HR At-Tirmidzi).

Shalat empat rakaat maksudnya di sini adalah pengerjaannya dua rakaat dua rakaat. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam riwayat lain:

كان النبي صلى الله عليه وسلم يصلى قبل العصر أربع ركعات يفصل بينهن بالتسليم

Artinya, “Nabi SAW melakukan shalat empat rakaat sebelum ashar dengan dua salam, (dua rakaat dua rakaat),” (HR At-Tirmidzi).

Berdasarkan kedua hadits ini, shalat sunnah empat rakaat sebelum ashar termasuk bagian dari kesunnahan. Bahkan, orang yang mengerjakannya akan dirahmati Allah SWT. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)