::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Umat Islam Diminta Teladani Mbah Muntaha

Jumat, 21 September 2018 22:00 Nasional

Bagikan

Umat Islam Diminta Teladani Mbah Muntaha
KH Marsudi Syuhud
Wonosobo, NU Online
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Marsudi Syuhud menyampaikan bahwa biasanya ketika ada orang menghauli yang sudah wafat,  orang yang diperingati tersebut merupakan orang yang mempunyai peninggalan atau warisan (berupa Ilmu), dan itu merupakan orang yang hebat. 

Hal tersebut disampaiakan KH Marsudi saat mengisi pengajian Haflah Khatmil Qur'an yang Ke-41 Pesantren Al-Asy'ariyah, Kalibeber, Mojotengah, Wonosobo, Kamis (20/9) malam di Depan Masjid Ponpes Al-Asy'ariyah. 

Menurut Kiai Marsudi,KH Muntaha Al-Hafidh yang biasa di panggil Mbah Mun itu merupakan orang yang hebat. Ciri orang yang hebat ada pada sosok Mbah Muntaha yang selama hidupnya dihabiskan waktunya untuk mengkaji Al-Qur'an. 

"Ketika sudah meninggalnya, Mbah Mun diperingati wafatnya. Karena Mbah Mun orang yang hebat serta mempunyai karya cipta, mempunyai amal sholeh, yang mana amal sholeh itu disebut warisan atau peninggalan. Dan tinggalan itu dirasakan manfaatnya oleh orang banyak," ujar Marsudi. 

Dalam pengajian tersebut  Marsudi juga mengatakan bahwa dalam sepanjang hidup Mbah Muntaha, Al-Qur’an senantiasa menjadi pegangan utama dalam mengambil  berbagai keputusan, sekaligus menjadi media bermunajat kepada Allah SWT dan Mbah Mun tidak pernah mengisi waktu luang kecuali dengan Al-Qur’an. 

"Maka Alumni Al-Asy'ariyah mau menjadi apapun setelah keluar dari pesantren, mau menjadi guru, pejabat, dan pekerjaan lainnya harus ditujukan untuk Al-Qur'an (mengamalkan apa yang ada dalam Al-Qur'an)," tegas Marsudi. 

Turut hadir pada pengajian HKQ Ke-41 tersebut para dzuriyah Al-Asy'ariyah, diantaranya KH Abdurrahman Asy'ari, KH Khoerullah Al-Mujataba, KH Nuruzzaman, Gus Fadlurrahman Al-Faqih, KH Muchotob, KH Ibnul Jauzi, KH Atho'illah Asy'arin dan ratusan kiai serta ribuan umat Islam dari Wonosobo, dan sekitarnya. (Nahru/Muiz)