::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

HARI SANTRI 2018

LPBI PBNU dan KLHK Luncurkan Program 'Ngaji Plastik Nusantara'

Kamis, 25 Oktober 2018 13:45 Lingkungan

Bagikan

LPBI PBNU dan KLHK Luncurkan Program 'Ngaji Plastik Nusantara'
Ngaji Plastik Nusantara
Jakarta, NU Online
Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI PBNU) bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meluncurkan dan melakukan sosialisasi program 'Ngaji Plastik Nusantara' di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Kamis (25/10). Peluncuran ini dalam rangka memperingati Hari Santri 2018.

Peluncuran sendiri dilakukan oleh Wasekjen PBNU H Andi Najmi Fuadi yang didampingi Direktorat Pengelolaan Sampah KLHK Ujang Solihin Sidiq dan Direktur Bank Sampah LPBI PBNU Fitria Aryani.

Dalam sambutannya, Wasekjen PBNU HAndi Najmi mengatakan bahwa pihak KLHK sudah tepat menjalin kerja sama dengan LPBI PBNU. Logikanya, kata Andi, jika mau melakukan pembersihan, maka harus kerja sama dengan lembaga yang bersih juga.

Andi mengutip hasil survei Universitas Hasanuddin pada 2015 yang menyatakan bahwa 80 persen sampah plastik disumbangkan oleh masyarakat kota. Sementara mayoritas warga NU, sambungnya, berada di kampung. Oleh karena itu, NU tidak banyak menyumbang sampah plastik.

“Jadi NU tidak banyak menyumbang sampah itu. Bapak sudah benar kerja sama dengan Nahdlatul Ulama,” katanya diikuti tawa hadirin.

Direktorat Pengelolaan Sampah KLHK Ujang Solihin Sidiq sendiri menyambut baik kerja sama ini sebab NU memiliki warga yang jumlahnya sangat banyak.

"NU mempunyai warga yang banyak. Ini jadi modal sosial yang kuat. Tapi kuncinya, merevolusi mental itu sangat penting agar peduli terhadap sampah plastik," katanya.

Ia mengatakan, Indonesia sebagai negara yang jumlah penduduknya banyak dan wilayahnya luas, merupakan tantangan berbagai pihak termasuk NU dalam menanggulangi krisis sampah plastik.

"Saya kira supaya progam ini efektif, LPBI PBNU bisa memanfatkan jaringan di semua daerah dan harus menciptakan agen-agen perubahan seperti Mbak Fitri," ucapnya. (Husni Sahal/Muhammad Faizin)