::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Tokoh-tokoh Umat Islam Sepakat Akhiri Polemik Pembakaran Bendera HTI

Sabtu, 27 Oktober 2018 00:18 Nasional

Bagikan

Tokoh-tokoh Umat Islam Sepakat Akhiri Polemik Pembakaran Bendera HTI
Jakarta, NU Online
Para tokoh umat Islam bersepakat untuk mengakhiri polemik pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Polemik itu terjadi atas kesalahpahaman.

"Para pemimpin ormas bersepakat untuk mengakhiri segala dendam dan kebencian akibat salah paham ini," kata Sekretaris Jenderal PBNU H Helmy Faishal Zaini kepada NU Online seusai menghadiri rapat antara pertemuan ormas Islam dan Wakil Presiden H Jusuf Kalla di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Jumat (26/10).

Sebab, sambung pria kelahiran Cirebon, Jawa Barat itu, kalau persoalan ini terus berkembang, maka hanya menimbulkan permusuhan antarkelompok dan pada akhirnya membuat perpecahan bangsa. Sebaliknya, pertemuan itu mengimbau semua pihak agar aktif membangun silaturahmi dan komunikasi.

Selanjutnya, menurut Helmy, para pemimpin ormas juga mengimbau masyarakat untuk menatap Indonesia yang lebih baik karena masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.

"Kita juga bersepakat agar bersama-bersama menatap Indonesia yang lebih baik karena Indonesia masih punya banyak pekerjaan yang lebih besar," ucapnya.

Adapun terkait pelaku yang membawa bendera HTI agar diselesaikan kepada penegak hukum sesuai dengan aturan yang berlaku. "Siapa yang bawa bendera agar diselesaikan secara hukum," jelasnya.

Selain perwakilan dari Ormas, hadir juga Menteri Agama H Lukman Hakim Saifuddin, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar, Cendekiawan Muslim Azyumardi Azra, dan Calon Wakil Presiden Nomor urut 1 KH Ma'ruf Amin. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)