Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Banser Wajib Menjaga Pemikiran Kiai, Begini Penjelasannya

Banser Wajib Menjaga Pemikiran Kiai, Begini Penjelasannya
Selain kewajiban menjaga kiai secara fisik, anggota Banser juga harus menjaga pemikiran kiai, yaitu dengan menguasai berbagai kitab kuning karya kiai dan ulama Nusantara. (Foto: istimewa)
Selain kewajiban menjaga kiai secara fisik, anggota Banser juga harus menjaga pemikiran kiai, yaitu dengan menguasai berbagai kitab kuning karya kiai dan ulama Nusantara. (Foto: istimewa)

Bogor, NU Online

Sudah menjadi keharusan bagi Nahdliyin, termasuk segenap anggota Banser, untuk menyelami literasi ulama Indonesia. Pasalnya, banyak kitab karangan ulama yang berasal dari Timur Tengah membutuhkan penjelasan lebih sempurna dari keterangan yang berada di kitab karangan ulama Indonesia.


Hal itu disampaikan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Bahrain, KH Fiqih Nauval Hamzali dalam kegiatan Diklatsar Banser di Pesatren Bahrain Kampung Sengkol di Desa Karehkel Kecamatan Leuwiliang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (13/3).


Menurutnya pemahaman komprehensif literasi kitab kuning sangatlah penting. Pasalnya, penyusunan kitab yang dilakukan  oleh para ulama kita tak terlepas dengan kondisi medan, politik kala itu. "Jadi penting untuk lebih dulu mengkasi siapa muallif (pengarang kitab) terlebuh dahulu sebelum belajar isi kitab," ujarnya.

 

Seperti dalam kitab Fathul Mu'in, kata Kiai Fiqih, banyak pembahasan mengenai potong tangan dan hukum menenai persoalan jinayah. Sebetulnya, keterangan tersebut harus diimbangi dengan syarah (penjelasan) dari kitab-kitab karangan ulama nusantara yang lebih mengerti medan dan wilayah.


"Karena tidak diimbangi literasi ulama kita, akhirnya dari contoh satu kitab Fathul Muin saja bisa mengarah pada kesalahan pemahaman mengenai negara, hingga terjadi butghot," tuturnya.


Karenanya, menjadi penting bagi anggota Banser untuk kembali mengaji dan terus mengkasi literasi ulama Indonesia semisal, karya-karya Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari, Mbah Makhfudz Termas, Syaikh Nawawi al Bantani dan banyak lainnya.


Lebih lanjut, ia menerangkan pentingnya pengawalan para ulama. Tak hanya mengawal dan melindungi ulama. "Jadi bukan hanya menjaga fisiknya. Tapi juga harus menjaga keilmuannya," ucapnya.


Di tempat yang sama, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Bogor, Damiri A Ghazali menerangkan pentingnya Diklatsar ini. Selain dilatih mental, para anggota banser akan diasah kemampuan intelektualnya.

 

"Waktu yang singkat ini kami harapkan para anggota Banser selain siap untuk berjuang secara fisik juga intelektual," urainya.

 

Untuk mensiasati target itu, kata Damiri, para peserta didampingi para pemateri yang mampu memberikan motivasi perjuangan. Tentunya perjuangan yang relevan saat ini yaitu berjihad medsos. "Kami isi materi literasi media akan para anggota tergerak untuk kembali belajar, membaca hingga berperan dalam peperangan medsos," tegasnya.


Damiri juga berharap, para anggota banser Kabupaten Bogor turut berperan di wilayah sosialnya. Dengan peka pada kondisi sosial tersebut keberadaan banser akan menjadi maslahat. 


Diklatsar berjalan sejak Jumat hingga Ahad, 12-13 Maret 2021 diselenggarakan oleh PAC GP ansor Rumpin dan Leuwiliang. 


Dalam kegiatan tersebut pada peserta diberikan beberapa materi mengenai wawasan keagamaan dan kebangsaan. Kegiatan tersebut diikuti oleh 70 peserta yang uumnya berasal dari Kabupaten Bogor. 

 

Kontributor: Saepullah
Editor: Kendi Setiawan



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×