Home Nasional Khutbah Warta Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Nikah/Keluarga Video Obituari Tokoh Hikmah Arsip

Dayah dan Ulama Hadir di Masyarakat Turut Tangkal Radikalisme

Dayah dan Ulama Hadir di Masyarakat Turut Tangkal Radikalisme
Seminar deradikalisasi di Dayah Darur Ridha Al-Munawwarah, Pidie Jaya. (Foto: NU Online/Helmi)
Seminar deradikalisasi di Dayah Darur Ridha Al-Munawwarah, Pidie Jaya. (Foto: NU Online/Helmi)
Pidie Jaya, NU Online
Kehadiran ulama dan lembaganya dalam masyarakat baik melalui majlis ilmu, dzikir maupun dakwah lainnya secara tidak langsung ikut mencegah paham radikal dan terorisme di Nusantara.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Pidie Jaya Tengku H Muniruddin pada seminar publik deradikalisasi yang digelar Dayah Darur Ridha Al-Munawwarah Gampong Meuraksa, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya.

Seminar publik deradikalisasi hasil kerja sama dengan lembaga Analisa Demokrasi Institute mengusung tema ‘Memperkuat Peran Lembaga Pendidikan Dayah dalam Menangkal Paham Radikalisme dan Terorisme di Indonesia’ di aula dayah tersebut, Kamis, (27/2).

Di hadapan 100-an peserta seminar, ulama yang kerap disapa Waled Kiran itu menjelaskan bahwa paham radikalisme tidak ada di lingkungan dayah. Di dayah, santri diajarakan tastafi (tasawuf, tauhid dan fiqh). Siapa yang mengamalkan ilmu dalam tiga dimensi itu tentu akan melahirkan kedamaian dan jauh dari pengaruh hawa nafsu.

“Dayah merupakan laboratorium di mana tempat memperbaiki segala hal yang tidak baik dan akan melahirkan sosok yang berintegritas secara keilmuan dan menjunjung tinggi akhlakul karimah,” jelasnya.

Dosen IAI AI-Aziziyah Samalanga Tengku Iswadi Arsyad sebagai pemateri lain mengungkap bahwa radikal terbagi dua. Radikal dalam arti sebuah perjuangan, dan radikal dalam aqidah, politik, dan lain-lain. Dayah tidak melahirkan faham radikalisme, apalagi terorisme.

"Paham radikalisme lahir akibat seseorang tidak mempelajari ilmu agama secara utuh dan kaffah. Tidak bisa kita pungkiri, sederet aksi terorisme selama ini menggunakan simbol umat Islam. Namun, setelah kita telusuri teroris tersebut memang tidak paham agama dengan cara belajar agama secara otodidak dan tidak bersanad," ungkapnya.

Pengasuh Dayah Darur Ridha Al-Munawwarah, Tengku Muhammad Yani menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu bukti bahwa dayah memiliki komitmen untuk menolak paham radikalisme dan terorisme. Bagi dia, dua hal tersebut mengganggu stabilitas kehidupan masyarakat.

"Tidak hanya dayah yang menjadi corong pemerintah dalam menangkal paham radikalisme, masyarakat umum  juga memiliki peran penting untuk mencegah hadirnya paham radikalisme di tengah masyarakat" tegas Tengku Meuraksa, sapaan akrabnya.
 
Kontributor: Helmi Abu Bakar
Editor: Musthofa Asrori
 


Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya