Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Video Tokoh Hikmah Arsip Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Daerah Cerpen Ubudiyah Seni Budaya Sirah Nabawiyah Internasional Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan

Kisah Haul Mbah Ma’shoem Lasem di Bulan Maulid menurut Gus Zaim

Kisah Haul Mbah Ma’shoem Lasem di Bulan Maulid menurut Gus Zaim
Flyer Haul Mbah Ma’shoem Lasem. (Dok. Pesantren Al-Hidayat Lasem)
Flyer Haul Mbah Ma’shoem Lasem. (Dok. Pesantren Al-Hidayat Lasem)

Kudus, NU Online
Cucu KH Ma’shoem Ahmad Lasem, KH Zaim Ahmad, mengungkapkan kisah di balik pemilihan bulan Maulid atau Rabiul Awal sebagai peringatan haul salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) itu. 


Gus Zaim, sapaan akrabnya, menuturkan awal mula pemilihan bulan Maulud untuk peringatan Haul Mbah Ma'shoem adalah permintaan neneknya, Nyai Hj Nuriyyah.


“Jadi, waktu Mbah Ma’shoem meninggal, yang meminta peringatan haul pada bulan Maulud itu istri beliau sendiri, Mbah Nuriyyah. Pasti dilaksanakan setiap malam tujuh Maulud,” Gus Zaim kepada NU Online, Jumat (8/10/2021).


Pengasuh Pesantren Kauman Lasem itu juga mengungkapkan, kakek dan neneknya itu menyukai angka 7, 17, dan 27.


“Rahasianya apa, saya tidak tahu, yang jelas angka-angka itu ada rahasianya. Jadi, ketika mengadakan acara atau hajat pasti di tanggal tersebut. Termasuk ketika Mbah Ma’shoem memperingati Maulid pasti memilih tanggal tujuh atau malam tujuh,” terangnya.


Meskipun dilaksanakan pada bulan Rabiul Awal, lanjut Gus Zaim, peringatan wafatnya KH Ma’shoem juga dilaksanakan tiap Ramadhan.


“Karena beliau wafat 12 Ramadhan, kami juga mengadakan peringatan di tanggal itu. Di maqbarah pasti diadakan kegiatan, begitu juga di Pondok Kauman biasanya siang tanggal 12 ada doa bersama para santri dan masyarakat sekitar. Sedangkan di Pondok Al Hidayat ada khataman santri-santri,” jelasnya.


Haul akbar
Gus Zaim menuturkan, pemilihan bulan Maulid sebagai peringatan haul akbar adalah sebagai bentuk meneruskan tradisi dari neneknya.


“Kami juga tetap memperingati wafat Mbah Ma’shoem di bulan Ramadhan dengan mengirim doa dan khataman al-Qur’an,” tandasnya.


Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah itu mengungkapkan, peringatan haul tahun ini akan digelar dengan berbagai kegiatan.


“Ada diskusi interaktif pada Senin (11/10) yang dilaksanakan di Pesantren Al Hidayat dan disiarkan melalui Zoom PP Putri Al Hidayat Lasem,” ungkapnya.


Rencananya, lanjut dia, narasumber yang akan hadir adalah Ning Hj Hindun Anisah, Gus Reza, Gus Luthfillah Aufa, Gus Romzi, Ning Nurul Hidayati.


Gus Zaim juga menuturkan, pelaksanaan tahlil, pengajian, dan shalawatan akan dilaksanakan pada Rabu (13/10).


“Mauidzah hasanah rencananya disampaikan oleh KH Baha’uddin Nursalim dan KH Abdul Ghafur Maimoen. Dengan barakah shalawat yang dipimpin oleh Habib Ahmad Idrus al-Habsyi, mulai pukul 14.45,” terangnya.


Kontributor: Afina Izzati
Editor: Musthofa Asrori



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×