Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Madrasah Diniyah Harapkan Peroleh Dana BOS

Madrasah Diniyah Harapkan Peroleh Dana BOS
Rakor Madin Jateng di Semarang
Rakor Madin Jateng di Semarang
Semarang, NU Online
Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah  (FKDT) Jateng  mengusulkan agar pemerintah mengalokasikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk membiayai guru-guru di madrasah diniyah (Madin), karena selama ini para guru di lembaga nonformal tersebut masih dibiayai secara mandiri oleh pengurus maupun orang tua siswa.

“Kami berharap ada kesetaraan, sama seperti dengan sekolah lainnya. Paling tidak ada anggaran bagi operasional para guru,” ujar Pembina FKDT Jateng  Muh Fatkhurronji usai Rakorwil FKDT Jateng, di aula kampus II UPGRIS, Jalan Sriwijaya Semarang, yang dihadiri Wakil Gubernur Jateng terpilih Taj Yasin, Selasa (31/7).

Menurutnya, saat ini para pengurus Madin terus mendorong penguatan posisi lembaga diniyah dalam konteks pendidikan nasional agar setara dengan pendidikan formal lainnya. Terlebih, pondok pesantren dengan madrasah diniyah sekarang sudah tidak dianggap sebagai pendidikan yang tradisional semata.

“Sekarang Madin sudah menjadi pendidikan nasional, sehingga lulusan madrasah diniyah mampu mencetak santri yang intelektual, berkarakter dan berkualitas,” tuturnya.

Mengenai pendidikan karakter, dia menambahkan, TPQ, Madin, dan lembaga pendidikan keagamaan lainnya selama ini terbukti memberikan kontribusi bagi upaya mewujudkan pendidikan karakter itu.

“Tinggal memperkuat saja melalui intervensi kebijakan dengan meningkatkan daya dukung dari sisi anggaran, sarana, dan prasarana maupun lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Wagub Jateng terpilih Taj Yasin menuturkan akan melakukan peningkatan kualitas guru madin ini dengan berbagai program pelatihan. Selain memberi layanan dan kemudahan, kesempatan pemerataan pendidikan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan Madin yang bermutu dan berkualitas.

“Langkah itu, sebagai upaya agar guru Madin memiliki kompetensi dan profesionalitas, serta mampu memperbaiki kualitas pendidikan agama,” tutur Yasin.

Peningkatan kualitas guru madin ini, lanjutnya, diharapkan dapat meningkatkan kualitas spiritual siswa.

“Sikap seperti akhlak yang bagus, toleran, bertanggung jawab dan sopan santun, sangat dibutuhkan saat ini, karena hal itu tidak dimiliki oleh sumber daya di luar negeri,” ujarnya. (Samsul/Muiz)


Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×