Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Video Tokoh Hikmah Arsip Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Daerah Cerpen Ubudiyah Seni Budaya Sirah Nabawiyah Internasional Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan

Masih Banyak Warga Miskin dan Hidup Prihatin di Sumenep

Masih Banyak Warga Miskin dan Hidup Prihatin di Sumenep
Alumnus PKPNU memberikan bantuan Sembako dan uang tunai kepada janda tua dengan kondisi rumah yang memprihatinkan. (Foto: NU Online/Firdausi)
Alumnus PKPNU memberikan bantuan Sembako dan uang tunai kepada janda tua dengan kondisi rumah yang memprihatinkan. (Foto: NU Online/Firdausi)
Sumenep, NU Online 
Merebaknya virus Corona yang belum ada kepastian kapan akan berakhir semakin menyengsarakan warga. Aturan yang mengharuskan untuk tinggal di rumah saja, membuat mereka tidak dapat lagi mencari tambahan penghasilan. 
 
Ramadhan yang identik dengan waktunya panen penghasilan, ternyata tidak dapat membantu. Warga kian merasakan beban hidup yang kian berat. Padahal, sebelumnya ada dari mereka yang hidup dengan prihatin.
 
Fakta tersebut dapat dirasakan dan benar-benar ada di depan mata. Adalah sejumlah warga di Desa Aeng Panas, Kecamatan Pragaan, Sumenep, Jawa Timur menerima santunan. Saat bantuan diberikan, tidak sedikit dari mereka yang memang hidup dengan keterbatasan. 
 
Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Aeng Panas Kecamatan Pragaan Sumenep mengisi bulan puasa dengan memberikan bantuan sosial. Yang mampu disalurkan berupa ratusan paket Sembilan Bahan Pokok atau Sembako dan uang tunai untuk yatim di kawasan setempat, Kamis (14/5).
 
Senyum mengembang tampak terlihat dari raut muka beberapa dhuafa dan anak yatim. Mereka merasa senang saat tim mendatangi sejumlah dusun, yakni Pesisir, Nong Malang, Galis, dan Cecek.
 
"Terima kasih sudah mengurangi beban kami, semoga kegiatan yang kalian adakan bisa diikuti NU lainnya, khususnya kepada pemerintah," kata Juma'adah. Nenek renta ini sangat terbantu dengan bantuan yang diterima.
 
Fadilah Amalia yang sudah lama ditinggal wafat ayahnya juga merasakan kebahagiaan serupa. Karena untuk bisa bertahan hidup selama ini, dirinya harus bekerja sendiri. 
"Semoga NU semakin jaya dan selalu berada di tengah masyarakat kecil. Terima kasih, semoga kegiatan ini dicatat sebagai ibadah oleh Allah SWT," katanya kepada tim yang datang.
 
Kiprah Pengurus Ranting
Pemandangan yang dirasakan tim saat mendatangi sejumlah dhuafa adalah hal yang sangat memperihatinkan. Sejumlah rumah masih belum memiliki lantai yang layak karena dari tanah. Demikian pula sebagian pembatas belum jadi. 
 
Namun, kendati keterbatasan yang melingkupi warga, hal tersebut hendaknya tidak mengurangi untuk tetap hidup sehat. Adalah Badrul Subakih yang didaulat sebagai Sekretaris Gugas NU Siaga saat bersama tim di lapangan berpesan kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.
 
"Jangan lupa kakek, nenek, ibu, juga adik untuk sering mencuci tangan dengan sabun, jangan terlalu berdekatan, pakai masker saat keluar rumah, jaga pola makan dan kesehatan,” pesannya. 
 
Dan saat ada gejala batuk, pilek, dan sesak nafas, jangan biarkan. Yang harus dilakukan adalah dengan cepat diperiksa ke Puskesmas terdekat dan jangan takut.
“Karena belum tentu itu terinfeksi Corona," katanya kepada warga.
 
Selain memberikan bantuan sosial kepada masyarakat, dirinya mengajak untuk peduli dengan lingkungan sekitar.
 
"Mari kita saling mengingatkan antar sesama tetangga. Semoga warga desa ini menjadi warga yang kondusif dan berusaha melawan Covid-19 dengan beragam ikhtiar, serta meminta pertolongan kepada Allah SWT agar wabah ini dapat segera berlalu," harapnya.
 
Gerakan ini dilakukan PRNU Aeng Panas, Pragaan, Sumenep ini sebagai gerakan kemanusiaan dalam upaya meringankan beban warga di tengah pandemi Covid-19.
 
"Inilah saatnya NU hadir di tengah masyarakat dan ini wujud nyata kita dalam membantu pemerintah untuk menanggulangi ketahanan pangan di masa pandemi," kata Kiai Imam Sutaji selaku Ketua PRNU Aeng Panas.
 
Dirinya sengaja menggandeng beberapa alumnus Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama atau PKPNU dan badan otonom (Banom) yang ada di Aeng Panas, seperti Ansor, Banser, IPNU dan IPPNU.
 
"Karenanya, NU terus bergerak membangun kemandirian jamaah dan jamiyah demi menegakkan ajaran Ahlusunnah wal Jamaah an-Nadhliyah seraya menegakkan NKRI," terang Kiai Imam Sutaji yang juga Wakil Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan.
 
Di kesempatan berbeda, Ustadz Ahmad Qusyairi selaku Wakil Ketua PRNU Aeng Panas menjelaskan bahwa sasaran bantuan adalah mereka yang tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah.
 
"Kondisi ekonominya menengah ke bawah, bahkan ada beberapa dari sasaran yang rumahnya tidak layak huni," ujarnya.

 
Berasal dari Koin NU
Dirinya menegaskan bahwa dana kegiatan ini berasal dari Kotak Infak (Koin) NU Peduli dan sumbangan bulanan anggota yang dilakukan secara sporadis.
 
"Setiap bulan, anggota PRNU Aeng Panas memberikan iuran arwah masyarakat, yang nantinya ditahlili dan didoakan bersama oleh para kiai yang hadir di acara bulanan tersebut. Iuran inilah yang menjadi penguat kegiatan ini sehingga terlaksana," jelasnya. 
 
Dirinya menambahkan bahwa NU dari dulu hingga kini selalu berada di tengah masyarakat kecil. "Ini kewajiban kita dalam membesarkan dan mengayomi mereka sesama Nahdliyin dengan tujuan mengurangi beban hidup di tengah pandemi yang belum kunjung berakhir," pungkasnya.

 
Kontributor: Firdausi
Editor: Ibnu Nawawi
 


Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×