Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Omzet Puluhan Juta Kader Ansor Tegal dengan Budi Daya Melon Golden

Omzet Puluhan Juta Kader Ansor Tegal dengan Budi Daya Melon Golden
Fakhrur Al Izza (kanan) mendapat kunjungan Bupati Tegal Umi Azizah untuk memetik melon varietas golden alisha di Green House (Foto: istimewa)
Fakhrur Al Izza (kanan) mendapat kunjungan Bupati Tegal Umi Azizah untuk memetik melon varietas golden alisha di Green House (Foto: istimewa)

Tegal, NU Online 
Di masa pandemi saat ini, sebagian besar masyarakat mengalami kesulitan dalam perekonomian. Ide-ide kreatif mesti dimunculkan demi menopang perekonomian dan menciptakan lapangan pekerjaan. Salah satunya melalui sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan pertanian yang memiliki potensi yang besar untuk pemulihan ekonomi.

 

Selain itu, sektor pertanian juga merupakan ladang usaha yang tidak ada matinya. Pasalnya, semua orang membutuhkan asupan pangan termasuk buah-buahan untuk kehidupannya.

 

Peluang itu menjadi alasan seorang kader Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Fakhrur Al Izza (27). Usahanya berawal dari keprihatinan melihat hasil bumi petani yang kerap dijual murah dan tidak sebanding dengan modal awal. Ia berpikir untuk mengelola tanaman dengan sistem yang berbeda yakni dengan mengolah budidaya melon golden Alisha. 


Kepada NU Online, Sabtu (21/8/2021), Fakhrur yang juga pernah menempuh pendidikan di UIN Jakarta mengaku, memulai menekuni pertanian khususnya di bidang budi daya melon sejak enam bulan terakhir dengan memanfaatkan lahan 250 meter persegi. Sekali panen, ia bisa memetik 500-600 buah dengan omzet penjualan mencapai 21 juta setiap kali panen. 
 

Fakhrur mengungkapkan mulai tertarik menanam melon varietas golden Alisha karena peluang pasar tanaman holtikultura yang cukup tinggi dan harganya stabil. Selain rasa buahnya yang manis, melon ini juga termasuk jenis premium yang dijual di supermarket. Untuk satu kilogram melon ia bandrol Rp25.000.


Meski tergolong baru merintis, Fakhrur yang aktif di kepengurusan MWCNU Dukuhwaru, Tegal itu mampu mengakses penjualan melalui media sosial hingga ke supermarket dengan sistem pre order. 


"Saya memasarkan hasil panen melon melalui Instagram, Whatsap Grup, Facebook serta teman-teman dekat. Alhamdulillah, meski pandemi banyak teman yang memesan melon jauh-jauh hari sebelum panen berlangsung," katanya seraya bersyukur.


Fakhrur menambahkan, bagi warga yang ingin memesan melon berwarna kuning pekat ini dapat menghubungi nomor telepon 082138048886 atau melalui akun Instagram dan Facebook miliknya @Fakhruralizza.


Pemuda asal Desa Kabunan, Dukuhwaru, Tegal itu juga menceritakan awal mula ketertarikannya pada dunia pertanian. "Kebetulan orang tua sehari-hari bekerja sebagai petani jadi mungkin ada darah petani dalam diri saya," tuturnya.

 

Kontributor: Suci Amaliyah
Editor: Kendi Setiawan
 



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×