Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Video Tokoh Hikmah Arsip Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Cerpen Daerah Ubudiyah Internasional Seni Budaya Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi Tafsir Hikmah Obituari Nikah/Keluarga Ramadhan Pustaka Humor

PCNU Halmahera Utara Gelar Madrasah Kader dan Konfercab Perdana

PCNU Halmahera Utara Gelar Madrasah Kader dan Konfercab Perdana
Kegiatan MKNU berbarengan Konfercab yang digelar PCNU Halmehera Utara (Foto: NU Online/Raushan Rizal)
Kegiatan MKNU berbarengan Konfercab yang digelar PCNU Halmehera Utara (Foto: NU Online/Raushan Rizal)
Halmahera Utara, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten HalmaheraUtara (Halut), Provinsi Maluku Utara menggerlat Madrasah Kader dan Konfrensi Cabang (Konfercab) untukk pertama kalinya di Tobelo, Sabtu (16/11).

Kegiatan yang digelar Pukul 09.00 Wit terpusat di gedung serbaguna Masjid Jami Kompleks Kampung Cina, Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo. Kegiatan tersebbut dibuka langsung oleh Ketua Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Maluku Utara (Malut) Sarbin Sehe.

Hadir juga pada kesempatan itu para pengurus PW NU Malut lainnya. Tidak ketinggalan hadir pula Ketua PW Gerakan Pemuda Ansor Malut Salim Taib yang juga membawakan materi pertama tentang peran atau garis perjuangan NU terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ketua PWNU Malut pada kesempatan itu mengatakan, NU ibarat rumah yang pintu dan jendelanya banyak. Maka dibuka ruang bagi bagi Nahdliyin yang tidak aktif di badan otonom (banom) melalui madrasah kader.

"Kalu di luar dari banom NU seperti PMII, GP Ansor dan lainnya maka harus melalui proses ini (Madrasah Kader). Tujuannya agar paham NU sehingga dapat ber-NU dengan baik," tutur dia.

Dia menjelaskan bahwa saat ini perkembangan informasi begitu terbuka membuat masyarakat dapat dengan mudah menyerap paham-paham yang sebagian menjurus ke radikalisme. Berbeda dengan Islam Ahlusunnah wal Jamaah (Aswaja) yang pemahamannya diberikan melalui proses formal.

Lanjut dia, Islam NU bersandar pada Aswaja dengan landasan hukum, Al-Qur’an, hadits atau as-sunnah, ijma’ DAN Qiyas. Sehingga lebih moderat dan dapat terhindar dari pemahaman ekstrimisme.

"Tidak ada jihad-jihad ekstrem seperti yang dilakukan belakangan ini karena NU kedepankan hubungan masyarakat berjamaah dengan memahami Islam rahmatan lil ‘alamin atau rahmat bagi alam semesta," ucap dia.

Dia juga pertegas soal wacana khilafah yang belakangan ini sempat berkembang. Kata dia, NU tidak pernah berpikir tentang khilafah dan tetap menyepakati NKRI. Jadi kalau ada sahabat-sahabat yang berpikir tentang khilafah maka harus keluar dari NU.

"NU sudah final tidak mendukung khilafah dan apabila ada orang-orang NU yang masih memperdebatkan soal itu, tempatnya bukan di NU," tegas dia.

Sedangkan Ketua PCNU Halut Talib Pono berharap, melalui Konfercab pertama ini akan membawa udara segar bagi NU di Halut, "Lewat momen ini ukhuwah islamiyah sesama Muslim terutama warga Nahdliyin akan menjadi lebih baik," harap dia. 

Kontributor: Raushan Rizal
Editor: Abdullah Alawi
 


Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×