Daerah

Pemantauan Hilal di Indonesia Paling Barat Dilakukan di 6 Titik

Ahad, 10 Maret 2024 | 15:45 WIB

Pemantauan Hilal di Indonesia Paling Barat Dilakukan di 6 Titik

Ilustrasi pemantauan hilal awal ramadhan. (Foto: dok. Ma'had Aly TBS Kudus)

Banda Aceh, NU Online

Tim Falakiyah Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Aceh akan melakukan pengamatan rukyatul hilal di enam titik untuk menentukan awal Ramadhan 1445 Hijriah atau 2024 Masehi, Ahad (10/3/2024).


"Hari ini kita lakukan pemantauan rukyatul hilal 1 Ramadhan di enam lokasi," kata Ketua Tim Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh, Alfirdaus Putra, Ahad.


Ia menjelaskan pemantauan di enam lokasi tersebut dilakukan di Observatorium Tgk. Chiek Kuta Karang Lhoknga, Aceh Besar, Tugu Nol Kilometer Indonesia Sabang, dan Bukit Blang Tiron Perta Arun Gas Lhokseumawe.


Sementara, untuk wilayah Barat-Selatan pemantauan hilal akan dilakukan di Pantai Lhokgeulumpang Setia Bakti, Aceh Jaya, POB Suak Geudubang, Aceh Barat, dan Pantai Nancala Teupah Barat, Simeulue.


"Lokasi tersebut dipilih karena rata-rata berada di sebelah barat dan dapat mempermudah melihat matahari terbenam. Kecuali pemantauan di Bukit Blang Tiron Perta Arun Gas yang memiliki posisi sedikit lebih tinggi," tambahnya.


Alfirdaus mengungkapkan, dalam proses pemantauan nantinya tidak hanya melihat secara langsung dengan mata telanjang, tetapi sudah dilengkapi dengan alat dan instrumen seperti teleskop untuk mempermudah tim Falakiyah.


Sementara itu, hasil pemantauan hilal di enam titik tersebut akan dilaporkan ke Kanwil Kemenag Aceh untuk selanjutnya diteruskan ke Kementerian Agama di Jakarta. Hasil rukyatul hilal di seluruh Indonesia akan menjadi bahan pertimbangan dalam sidang isbat untuk menetapkan 1 Ramadan 1445 Hijriah.