Daerah

Pemuda Jateng Diingatkan Waspadai Upaya Memecah Belah Bangsa

Ahad, 13 Oktober 2019 | 14:00 WIB

Pemuda Jateng Diingatkan Waspadai Upaya Memecah Belah Bangsa

Temu Kangen Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Tengah Lintas Generasi di Aula Rumah Dinas Wali Kota Semarang, Manyaran, Semarang Barat, Kota Semarang. (Foto: NU Online/A Rifqi H) 

Semarang, NU Online 
Persatuan dibutuhkan dalam membangun bangsa. Namun yang terjadi saat ini, banyak pihak yang melakukan tindakan yang meresahkan dan cenderung merusak persatuan bangsa. Aksi nyata para penganut paham radikal dalam memecah belah bangsa dan penyebarannya di media sosial. 
 
Budiyanto mengingatkan hal tersebut saat menyampaikan laporan panitia Temu Kangen Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Tengah Lintas Generasi di Aula Rumah Dinas Wali Kota Semarang, Manyaran, Semarang Barat, Kota Semarang, Ahad (13/10). 
 
"Saat ini telah berkembang banyak paham yang mengancam kesatuan negara. KNPI sebagai tempat berhimpunnya organisasi kepemudaan harus mampu menyatukan keberagamaan. Pemuda harus bersatu demi tegaknya NKRI," kata Budiyanto saat diwawancarai awak media. 
 
Ancaman yang berkembang harus dihadapi bersama. Berasal dari ujaran kebencian, sambungnya, lalu pada intoleransi dan pada akhirnya terlibat pada aksi radikal teror. 
Karena itu ia berharap acara temu kangen tersebut menjadi momen yang sangat berharga dalam merajut persatuan para pemuda. 
 
“Sebab, berkumpulnya para tokoh pemuda Jawa Tengah yang memiliki semangat juang bisa menghasilkan rumusan kegiatan yang menentukan nasib bangsa ini.” katanya.
 
Sementara, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dalam sambutannya mengatakan, kegiatan tersebut bukan kali pertama dilakukan, namun yang terlaksana saat ini lebih sukses dari sebelumnya. 
 
"Dua tahun lalu kita pernah mengadakan temu kangen juga, tapi untuk hari ini para senior yang hadir lebih banyak," ungkapnya.
 
Hendi, sapaan akrabnya, mengakui dirinya belajar banyak hal dari para senior dan mantan Ketua KNPI Jateng. 
 
"Mulai dari Mas Budiyanto saya belajar cara berorasi, berkomunikasi, menyelesaikan permasalahan dengan terjun langsung ke bawah," bebernya.
 
Selain Budiyanto, Hendi mengungkapkan pula beberapa hal yang ia petik sebagai pelajaran dari para senior yang lain sehingga bisa sukses dalam berkarir dan saat ini mampu memimpin Kota Semarang. 
 
"Kami berharap dari kegiatan ini ada sisi manfaat, terutama manfaat kebangsaan," harapnya.
 
Untuk diketahui, kegiatan tersebut dihadiri oleh para mantan Ketua KNPI Jateng di antaranya, Ismawan DS, M Iqbal Wibisono, Petit Widiyatmoko, Hendrar Prihadi, Novita Wijayanti dan para pengurus di masanya. 
 
Tampak pula ketua DPD KNPI Jateng, Tino Indra Wardono beserta beberapa ketua KNPI Kabupaten/Kota se-Jateng.
 
Tidak ketinggalan, mantan Ketua KNPI Jateng 1985-1988 yang saat ini menjabat sebagai menteri dalam negri, Tjahjo Kumolo. 
 
Dalam sambutannya, Tjahjo Kumolo memberikan motivasi agar para pemuda, utamanya dari berbagai organisasi kepemudaan yang ada di KNPI terus bersemangat dalam berjuang menjaga bangsa dan negara. 
 
Ia mengungkapkan sekilas perjuangan meniti karir kepemudaan hingga kini dipercaya membantu presiden dalam Kabinet Kerja Joko Widodo. 
 
Menurutnya, iklim kerja sama dan kekeluargaan yang terbangun dalam KNPI Jateng, kala itu, membuatnya mencapai banyak hal di luar dugaannya.
 
"Saya juga tidak menyangka ketika nama saya disebut sebagai Mendagri oleh Pak Jokowi," tuturnya. 
 
 
Pewarta: A Rifqi H
Editor: Ibnu Nawawi