Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Ribuan Jamaah Thariqah Qadiriyah Wan Naqsyabandiyah Hadiri Tawajuhan Akbar

Ribuan Jamaah Thariqah Qadiriyah Wan Naqsyabandiyah Hadiri Tawajuhan Akbar
Demak, NU Online
Tidak kurang tiga belas ribu jamaah Thariqah Qadiriyah Wan Naqsyabandiyah (TQN) menghadiri Tawajuhan Akbar ke-8 yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Futuhiyyah, Mranggen, Jawa Tengah, Ahad (19/3). Mereka merupakan mursyid-khalifah serta muridin-muridat yang mengambil amalan tarekat dari sanad KH Muslih bin Abdurrahman Mranggen.

Tawajuhan akbar merupakan kegiatan yang diinisiasi dan dimotori KH Muhammad Hanif Muslih sejak tahun 2011. Kegiatan rutin dilaksanakan setiap tahun.

“Tawajuhan akbar rutin dilaksanakan setahun sekali, yaitu di minggu terakhir bulan Jumadil Akhir,” kata KH Muhammad Hanif Muslih saat memberikan sambutan selaku Ketua Majelis TQN Mranggen.

Tujuan tawajuhan akbar, seperti dijelaskan Kiai Hanif adalah untuk mempererat silaturahmi antarmursyid, khalifah, muridin, muridat Majelis TQN ala Sanadi Asy-Syaikh Muslih bin Abdurrahman Mranggen. 

“Tujuan lainnya adalah untuk menyeragamkan amalan TQN agar sesuai dengan amalan yang diamalkan oleh KH Muslih bin Abdurrahman,” urainya. Pasalnya, lanjut Kiai Hanif, ada beberapa mursyid-khalifah dan muridin-muridat yang mengamalkan thariqah ini, tapi tidak sesuai dengan amalan Kiai Muslih, lanjutnya.

Tawajuhan akbar diawali dengan pembacaan kitab Nurul Burhany yang berisi manaqib Syaikh Abdul Qadir Jailany, dilanjutkan dengan taushiyah dan tawajuhan dzikir TQN.

KH Syarofuddin Husen dalam taushiyahnya menyampaikan bahwa keberadaan majelis thariqah itu sangat penting. “Selama di dunia ini masih ada ahlu thariqah; orang yang berdzikir kepada Allah, hari kiamat masih lama terjadi,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa salah satu manfaat mengikuti majelis thariqah adalah untuk mengobati hati. “Hati itu bisa karatan sebab banyak dosa. Maka, cara mengobatinya, selain dengan membaca Al-Qur’an dan mengingat mati, adalah dengan menghadiri majelis dzikir,” tuturnya. (Moh Salapudin/Ibnu Nawawi)





Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×