Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Sambut New Normal, Pesantren Asnawiyyah Demak Terapkan Aturan Baru

Sambut New Normal, Pesantren Asnawiyyah Demak Terapkan Aturan Baru
Kegiatan di Pesantren Asnawiyyah Demak berupa registrasi santri yang baru datang ke pondok (Foto: NU Online/Rifqi Hidayat)
Kegiatan di Pesantren Asnawiyyah Demak berupa registrasi santri yang baru datang ke pondok (Foto: NU Online/Rifqi Hidayat)

Demak, NU Online

Kebijakan kenormalan baru atau new normal yang tengah dipersiapkan pemerintah membuat repot banyak pesantren. Meski demikian, para pengelola lembaga pendidikan berbasis kultur terus berusaha beradaptasi dengan kebijakan tersebut. 

 

Pesantren Tahfidzul Qur'an (PPTQ) Asnawiyyah misalnya. Sebuah pesantren yang terletak di Desa Pilang Wetan, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah ini terpaksa harus merombak berbagai aturan dan pola yang telah menjadi tradisi santri, demi terus dapat istiqamah dalam mendidik santri.

 

"Ada beberapa tata kelola Pesantren Asnawiyah ini yang diadaptasikan dengan kebijakan new normal, di antaranya proses santri berangkat ke pesantren dibagi menjadi 5 gelombang untuk tetap mematuhi aturan pemerintah tentang Social Distancing," kata Ketua Yayasan Asnawiyah H Abi Cholilullah kepada NU Online, Jumat (12/6).

 

Selain itu lanjutnya, para santri diharuskan untuk mendapatkan surat keterangan sehat dari rumah sakit, membawa masker, cairan pncuci tangan (hand sanitizer), madu, vitamin C, dan beberapa nutrisi pendukung ketahanan tubuh selama di Pesantren.

 

"Hal ini dilakukan untuk berjaga-jaga terkait penyebaran Covid-19. Jangan sampai pesantren disebut sebagai klaster baru penyebaran Covid-19," terangnya.

 

Tak hanya itu, dengan jumlah santri yamg bermukim saat ini hampir mencapai 300 orang dengan perkiraan tambahan 100 orang santri baru, maka beberapa peraturan dan aktivitas harian yang telah menjadi tradisi juga ikut berubah. 

 

"Di antaranya tidak diperkenankan menerima kunjungan wali santri, kiriman bulanan ditransfer, memanfaatkan ruang lain yang kosong sebagai tempat tidur agar tidak berjubel, dan makan menggunakan peralatan makan sendiri," ungkapnya. 

 

"Sementara ini tidak ada kegiatan makan bersama senampan," sambungnya.

 

Gus Cholil sapaan akrabnya, berharap para santri dapat menimba ilmu di pesantren dengan aman dan nyaman, serta tetap menjaga kebersihan dan kesehatan diri dan lingkungan. 

 

"Semoga para santri dapat belajar dengan lebih giat di tengah pandemi yang masih melanda saat ini," harapnya.

 

Sebagai ikhtiar batin lanjutnya, pesantren juga menambahkan qunut nazilah di setiap jamaah shalat dan doa tolak balak, khususnya untuk bangsa Indonesia.

 

Sebelumnya, pegawai Puskesmas Kebonagung, Robiin yang mendampingi proses pendataan santri yang kembali ke pondok mengingatkan hal senada untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

 

"Kita ingin pesantren tidak menjadi tempat klaster baru. Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dalam kegiatan sehari-hari di pesantren," ucapnya. 

 

Selain itu, dirinya juga memberikan Banner berisikan imbauan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 untuk dipasang di area pesantren.

 

Kontributor: Ahmad Rifqi Hidayat
Editor: Abdul Muiz



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×