Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Video Tokoh Hikmah Arsip Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Cerpen Daerah Ubudiyah Internasional Seni Budaya Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi Tafsir Hikmah Obituari Nikah/Keluarga Ramadhan Pustaka Humor

Shalat Gerhana Bulan Momentum Syiar Santri kepada Masyarakat

Shalat Gerhana Bulan Momentum Syiar Santri kepada Masyarakat
Semarang, NU Online
Peristiwa alam atau sunnatullah hendaknya menjadi sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pada saat yang sama, juga mempelajari secara seksama kejadian yang ada. Dan yang juga penting adalah mengajarkan kepada masyarakat makna di balik peristiwa tersebut.

Seperti itu juga yang dilakukan di Pondok Pesantren Darul Falah, Besongo, Semarang, Jawa Tengah. Pada peristiwa gerhana bulan puluhan santri melangsungkan shalat gerhana bersama warga di Mushola Raudlatul Jannah, Rabu (17/7). 

Tidak langsung mengerjakan shalat gerhana, mereka terlebih dahulu mengerjakan shalat tasbih. Setelah itu dilanjutkan shalat gerhana dengan menunjuk salah satu santriwan, Ustadz Umar Kustiadi sebagai imam. 

Usai shalat, jamaah mendengarkan khutbah yang bertemakan ketauhidan dan permohonan ampun kepada Allah oleh Ustadz Kharis Lusdiyanto. Para jamaah dengan seksama mendengarkan wawasan tersebut.

Dalam khutbahnya, Ustadz Kharis menjelaskan bahwa proses terjadinya fenomena gerhana bulan tidak lepas dari kekuasaan Tuhan serta sebagai pengingat bahwa sejatinya hakikat manusia itu tidak berdaya. 

"Terjadinya fenomena gerhana bulan, tidak lain adalah perihal kekuasaan Allah. Kita sebagai makhluk Allah yang lemah hanya mampu bersyukur karena dapat melewati momen-momen indah ini. Cara bersyukur paling sejati ialah meresapi kehadiran Allah di balik peristiwa ini," terang salah satu pengajar Pondok Pesantren Darul Falah, Besongo tersebut. 

Selain itu, dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo ini juga mengajak jamaah agar memperbanyak permohonan ampun kepada Allah. 

"Di momentum shalat gerhana bulan ini menjadi wahana untuk memperbanyak permohonan ampun, taubat dan kembali kepada Allah dengan cara memunculkan sikap bersalah dan memperbanyak istighfar," ujarnya mengkahiri khotbah. 

KH Imam Taufiq juga mengatakan bahwa kegiatan tersebut sebagai sarana syiar santri kepada masyarakat. Bahwa warga sekitar juga harus memperoleh penjelasan terkait kejadian alam tersebut.

"Selain shalat gerhana bulan dilaksanakan sebagai wujud mengamalkan sunnah Nabi, kegiatan tersebut juga bertujuan sebagai wujud syiar santri melalui sarana bakti sosialnya kepada masyarakat sekitar," pungkas pengasuh Pondok Darul Falah Besongo. (Rizal/Luthfi/Ibnu Nawawi)



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×