Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Kaligrafi Al-Qur’an dalam Kalkulasi Pahala

Kaligrafi Al-Qur’an dalam Kalkulasi Pahala
Didin Sirojuddin AR: "IQRA" (60 x 80 cm, acrylic on canvas, 2020)
Didin Sirojuddin AR: "IQRA" (60 x 80 cm, acrylic on canvas, 2020)

الكاتب للقرآن إنما هوالقارئ له، لأنه حين يكتبه ففى نفس الوقت إنما هو قد قرأه


Artinya, "Penulis Al-Qur’an itu sekaligus pembacanya. Karena, dalam waktu bersamaan, ketika menulis dia telah membacanya."


Al-Qur'an. Kitab suci yang penuh mukjizat, membacanya saja berpahala dan dianggap ibadah. Mari kita hitung jumlah pahala kebaikan dari membaca Al-Qur’an yang merupakan way of life kaum muslimin dalam hadits Nabi SAW ini:


من قٙرأحٙرْفًامن كتــابِ اللّهِ فله بِه حسٙــنةٌ والحســنةُ بِعٙشْرِأمثــالِها. لاأقول: الٓم حرفٌ ولكن ألف حرف ولام حرف وميــم حرف. رواه الحاكم


Artinya, "Barang siapa membaca satu huruf dari Kitabullah Al-Qur’an, maka ia mendapat satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan dibalas pahala 10 x lipat yang seumpamanya. Ingat, aku tidak bilang: Alif lam mim satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf." (HR Hakim)


Subhanallah, pahalanya dihitung untuk setiap huruf!


Bila setiap huruf pahalanya 10 kebaikan, kita kalikan jumlah rata-rata:


• 1 baris: 40 huruf x 10 pahala = 400 pahala.


• 1 halaman: 15 baris x 400 pahala = 6.000 pahala.


• 1 juz: 18 halaman x 6.000 pahala = 108.000 pahala


• 30 juz: 30 x 108.000 pahala = 3.240.000 pahala kebaikan.


Subhanallah, banyak sekali!!!


Kita hitung dengan cara lain. Imam Syafi'i (lahir 150 H di Gaza) lebih 1.200 tahun silam, ketika dunia belum kenal komputer dan mesin kalkulator, telah mampu mendata jumlah masing-masing huruf dalam Al-Qur’an secara detail dan akurat.


Dalam kitabnya, مجموع العلوم ومطلع النجوم dan dikutip Imam Ibnu Arabi dalam mukadimah الفتوحات الإلهية menyebutkan jumlah huruf Al-Qur’an ada 1.027.000. Secara rinci dihitungnya huruf ا (alif) 48.740,  huruf ل (lam) 33.922, huruf م (mim) 29.922, dan seterusnya sehingga berjumlah 1.027.000 huruf.


Bila dibaca dengan dikalikan 10, maka pahala kebaikannya 10.270.000. Subhanallah, fantastis. Di bulan Ramadhan, setiap amalan digandakan lagi 70 x kebaikan. Maka total pahalanya 10.270.000 x 70 = 718.900.000. سبحان الله .


Ada juga surat-surat tertentu dengan imbalan pahala tertentu, seperti membaca  Al-Fatihah = membaca ⅔ Al-Qur’an, bacaan Al-Baqarah & Ali Imran akan jadi 2 awan penaung. Pembaca Al-Baqarah akan dipakaikan mahkota surga.  Membaca akhir Ali Imran di malam hari dicatat = ibadah semalam.  Bacaan Al-Kahfi akan jadi penghalang qarinya dari api neraka. Yang membaca Yasin saban malam akan diampuni dosanya, bila dibaca siang segala hajatnya akan terpenuhi.


Surat Al-Waqiah adalah surat kekayaan. Membaca Qulhuw 3 x malam hari = tamat Al-Qur’an. Membaca Qulhuw 11 balik akan diganti sebuah rumah di surga. Ayat Kursi adalah pengusir setan.  Membaca Ad-Dukhan malam hari, akan diampuni dosanya yang lalu. Bacaan Al-Mulk akan jadi tameng dari siksa kubur. Dan lain-lain. Dan lain-lain.


Itu belum termasuk bila bacaan tersebut dilagukan, baik dengan langgam murattal maupun mujawwad karena berefek pada nikmatnya di pendengaran yang "menggembirakan sesama saudara muslim". Rasulullah menganjurkan:


زٙيــِّـنُوا القرآنٙ بأصواتِكـــم


Artinya, "Hiasilah Al-Qur’an dengan suaramu (yang merdu)."
       

Pahala kebaikan akan terus bertambah bila kegiatan membaca berada dalam "proses belajar-mengajar", menuntut ilmu  atau belajar dan mengamalkan ilmu. Yang terlibat di dalamnya bergelar "fi sabilillah" dengan imbalan pahala terbaik  surga. Dalam Hadits riwayat Utsman dinyatakan:


خيرُكم من تَعَـــلّم القرآنَ وعلّمَه


Artinya, "Sebaik-baik kamu adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya."

       
Hasil dari aktivitas membaca Al-Qur’an, baik yang menjadi mahir maupun yang masih terbata-bata karena kesulitan, kedua-duanya mendapat tempat yang indah seperti yang dijanjikan Rasulullah:


الماهِرُ بالقرآنِ مع السّٙـــفٙرٙةِ الكِرامِ البٙرٙرٙةِ، والذى يقرأالقرآنٙ ويـٙــتٙتٙعْتٙعُ فيــه وهو عليه شاقّ له أجران


Artinya, "Orang yang pandai membaca Al-Qur’an, akan memperoleh tempat di surga bersama-sama para Rasul yang mulia lagi baik-baik. Dan orang yang membaca Al-Qur’an kurang pandai, membacanya tersentak-sentak dan tampak agak berat lidahnya, ia akan memperoleh dua pahala," yaitu pahala membaca dan pahala sulitnya  belajar. Subhanallah, Allah Maha Pemurah.


Kita baru bicara  tentang bacaan, belum bicara tentang tulisan. Padahal, ayat-ayat permulaan turun dalam Surat Al-'Alaq berkenaan dengan perintah membaca (اقرأ / bacalah!) dan menulis (الذي علم بالقلم /Yang mengajar dengan pena). Dengan dituliskan, pahala kebaikan bertambah-tambah, karena penulis sudah pasti  membaca teks ayat yang ditulisnya. Seberapa besar pahalanya? Inilah salah satu statement Nabi SAW tentang tulisan basmalah, misalnya:


من كتب بحُسْـنِ الخطِّ بسم اللّهِ الرّحمنِ الرّحيمِ دخٙلَ الجنّٙةٙ. رواه الديلمى


Artinya, "Barang siapa menulis bismillahir rahmanir rahim dengan kaligrafi yang indah, dia pasti masuk surga." (HR Dailami). Rasulullah juga menyebutkan, bahwa kepada orang yang menulis basmalah dengan baik (حسنة) dan cantik (مُجوّدة), Allah akan bersikap baik kepadanya dan memberinya ampunan.


من كتبَ بسم اللّهِ الرّحمنِ الرّحيمِ وجَوَّدَهُ جوّده اللهُ رواه الديلمى


Artinya, "Barang siapa menulis بسم الله الرحمن الرحيم dan memperbagusnya, niscaya Allah akan memperbagus dirinya."


Imbalan pahala yang tak terhitung dengan angka-angka! Memperbagus akhlaknya. Memperbagus rezekinya. Memperbagus ilmunya. Memperbagus jodohnya. Memperbagus kedudukannya.  

Inilah yang jadi keyakinan kaligrafer Mesir Mus'ad Mustafa Khudhir Al-Bursaid:


يدُ الخَطّاطِ تٙسْــبِقُه إلى الجنّٙةِ بما كتبـٙـتْ من آياتٍ


Artinya, "Tangan sang  kaligrafer menariknya ke surga karena menulis ayat-ayat  Al-Qur’an."


Tapi, tulisan haruslah digores indah, karena berdampak positif dan berefek domino pada hal-hal lain:


الخطُّ الحســنُ يزيدالحقّٙ وضوحٌا. رواه الديلمى


Artinya, "Tulisan yang indah akan menambah kebenaran tampak-nyata." (HR Dailami).


Ini dia pahala tambahan karena menegakkan kebenaran! Di sini kalkulasi nilainya dihitung dengan jumlah tetesan tinta penulis ilmu yang disamakan dengan tetesan darah syuhada. Nabi SAW menyamakan timbangannya, "tidak ada yang lebih ringan atau lebih berat di antara keduanya." Bayangkan: tetesan tinta penulis ilmu = tetesan darah syuhada. Luar biasa! Allahu Akbar!


Bila tulisan Al-Qur’an itu diarsipkan, jadilah catatan terbaik bernilai amal jariah di samping ilmu yang disebarkan dan anak saleh yang ditinggalkan yang pahalanya surga, seperti disebutkan dalam hadits riwayat Ibnu Majah. Rasulullah juga berpesan:


من ماتَ ومِيراثُه الدفاتِرُوالمحـــابِرُ دخل الجـــنةَ


Artinya, "Barang siapa meninggal, sedangkan warisannya buku catatan dan tinta, niscaya dia masuk surga." Masya Allah, selalu ganjarannya surga!!!


Sesungguhnya, limpahan pahala tidak hanya saat Al-Qur’an dibaca dan ditulis atau sepeninggal penulisnya. Justru dimulai sejak penulis meraut/memotong pena khat untuk menentukan kaligrafi yang indah supaya tulisan Al-Qur’annya jadi indah. Nabi SAW menjanjikan:


من قلمَ قلَمًا يكتُبُ به عِلمًا أعْطاهُ اللهُ شجرةً فى الجـــنة خيرًا من الدنــيا وما فيها


Artinya, "Barang siapa meraut pena untuk menulis ilmu, maka Allah akan memberinya pohon di surga yang lebih baik daripada dunia berikut seluruh isinya."


Allah kariiim, duuuh, padahal pohon di surga itu sangat besar, diameternya baru dapat dikelilingi bertahun-tahun dengan menunggang kuda yang paling cepat. Jadi, berapakah jumlah pahala membaca sekaligus menulis Al-Qur’an? Saya benar-benar tidak sanggup menghitungnya karena benar-benar tak terhitung!!! Yang penting, kita  selalu mengamalkan perintah Rasulullah ini:


إقرأوا القرآنٙ فإنّٙه يأتِى يومٙ القيامةِ شفيعًا لِأٙصْحابِه. رواه مسلم


Artinya, "Bacalah Al-Qur’an karena Al-Qur’an akan memberi syafaat bagi pembaca-pembacanya di hari Kiamat." (HR Muslim)


Semua itu didapat apabila Al-Qur’an "dibaca semata-mata karena Allah 'Azza wa Jalla" (رجل يقرأ القرآن لله عزوجل), bukan "untuk berbangga-bangga" (رجل يــباهى) dan bukan pula sekadar "untuk mencari makan atau keuntungan materi" (رجل يســتأكل به). Kita hanya takut kalau Al-Qur’an dibaca dan ditulis bukan karena Allah, apalagi hanya untuk dijadikan topeng atau barang mainan. Alih-alih mendapat pahala yang besar, yang diperoleh malah sebaliknya seperti ultimatum keras Nabi SAW yang mengerikan:


رُبّٙ تالٍ للقرآنِ والقرآنُ يٙلْعـٙــنُه


Artinya, "Betapa banyak pembaca Al-Qur’an, namun Al-Qur’an mengutuknya!"


أســـتغفراللــه العظـــيم


KH Didin Sirojuddin AR, pengasuh Pesantren Kaligrafi Al-Qur'an Lemka.



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Esai Lainnya

Terpopuler Esai

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×