PWNU Jabar Keluarkan Surat Edaran: Larang Pengurus JATMAN Ikut Kegiatan PATMAN
NU Online · Jumat, 3 Januari 2025 | 12:00 WIB
Kota Bandung, NU Online
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat mengeluarkan surat edaran terkait hasil Kongres Ke-13 JATMAN.
Surat yang ditujukan kepada pengurus Idarah Wustha JATMAN Jawa Barat dan PCNU se-Jawa Barat itu ditandatangani Rais Syuriah PWNU Jawa Barat KH Abun Bunyamin, Katib Syuriah PWNU Jawa Barat KH Fatahillah, Ketua PWNU Jawa Barat KH Juhadi Muhamad, dan Sekretaris PWNU Jawa Barat H Aceng Amrulloh.
Dalam surat edaran itu, PWNU Jawa Barat menegaskan sikap dan arahan sebagaimana telah disampaikan dalam konsolidasi dan sosialisasi hasil Kongres XIII JATMAN.
Berikut bunyi surat edaran PWNU Jawa Barat, sebagaimana dikutip NU Online Jabar:
Pertama, PWNU Jawa Barat mendukung penuh langkah-langkah penertiban/penyelesaian yang dilakukan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terhadap JATMAN sebagai salah satu Badan Otonom Nahdlatul Ulama.
Kedua, siapa pun yang mengikuti Muktamar dan/atau kegiatan-kegiatan lain yang diselenggarakan oleh PATMAN, tidak boleh mengatasnamakan Idarah Wustha JATMAN Jawa Barat atau Idaroh Syu'biyah JATMAN se-Jawa Barat.
Ketiga, JATMAN Jawa Barat segera melakulan inventarisasi dan penertiban terhadap personalia pengurus Idarah Wustha sebagaimana dimaksud dalam butir 2 dan melaporkannya kepada Idarah Aliyah JATMAN.
Keempat, Idarah Wustho JATMAN Jawa Barat bersama PCNU se-Jawa Barat segera melakukan inventarisasi dan penertiban terhadap personalia pengurus Idarah Syu'biyah JATMAN pada masing-masing kabupaten/kota dan melaporkannya kepada Idarah Aliyah JATMAN
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Maulid Nabi Muhammad dan 5 Tugas Kenabian
2
Khutbah Jumat: Tidak Ada Alasan untuk Tidak Bersyukur atas Kelahiran Rasulullah
3
Peristiwa Pengemudi Ojol Tewas Dilindas Polisi Picu Perlawanan Rakyat Lebih Besar
4
Khilaf dan Kurang Cermat, PBNU Minta Maaf Telah Undang Peter Berkowitz
5
Khutbah Bahasa Jawa: Bungaha kelawan Rahmat Paling Agung — Kanjeng Nabi Muhammad saw
6
Kesejahteraan Guru Terancam, Kemendikdasmen Hanya Dapat 7% dari Rp757 Triliun Anggaran Pendidikan
Terkini
Lihat Semua