Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Mahalnya Nutrisi Rendah Karbohidrat Sebabkan Angka Pengidap Diabetes Meningkat

Mahalnya Nutrisi Rendah Karbohidrat Sebabkan Angka Pengidap Diabetes Meningkat
Dokter LK PBNU, dr Syifa Mustika menjelaskan bahwa mahalnya nutrisi rendah karbohidrat sebabkan angka pengidap diabetes meningkat, Senin (21/11/2022).
Dokter LK PBNU, dr Syifa Mustika menjelaskan bahwa mahalnya nutrisi rendah karbohidrat sebabkan angka pengidap diabetes meningkat, Senin (21/11/2022).

Jakarta, NU Online
Dokter dari Lembaga Kesehatan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LK PBNU) dr Syifa Mustika mengatakan bahwa terdapat 425 juta pasien diabetes per tahun 2017 di dunia. Angka ini diperkirakan akan meningkat sebesar 45 persen atau setara dengan 629 juta pasien per tahun 2045.

 

“1 dari 10 orang berpeluang menjadi penyandang diabetes pada 2030, dan ratusan juta pengidap diabetes diproyeksikan meningkat pada 2045,” kata dr Syifa, kepada NU Online, Senin (21/11/2022).


 
Mahalnya nutrisi rendah karbohidrat menurutnya menjadi salah satu faktor penyebab penyandang diabetes terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Sebaliknya, makanan dan minuman manis memiliki kemudahan untuk diakses.

 

“Meskipun tidak diasosiasikan dengan peningkatan asupan karbohidrat saja, namun tren gaya hidup baru masyarakat dalam mengonsumsi minuman dan makanan cepat saji terutama manis jadi salah satu faktor tingginya pengidap diabetes,” terang dokter spesialis penyakit dalam di RS Hermina, Malang itu.

 

Strategi mencegah risiko diabetes
Ia kemudian menjelaskan, strategi tepat untuk mencegah risiko diabetes adalah dengan mengetahui jenis diabetes yang diderita. Ada dua jenis diabetes, yaitu diabetes melitus (DM) tipe 1 dan DM tipe 2.

 

“Kedua tipe diabetes ini sebenarnya punya ciri-ciri yang hampir serupa. Perbedaannya, penderita DM tipe 1 kemungkinan akan mengalami penurunan berat badan meski sedang tidak sedang diet,” jelasnya.

 

Sementara DM tipe 2, lanjut dia, masih bisa dicegah dengan cara menerapkan pola hidup sehat. Sebab, DM tipe 2 ini bermula dari gaya hidup tidak sehat.

 

“Pencegahannya dengan memperbanyak aktivitas fisik, kurangi makanan dan minuman manis. Sebab diabetes ini penyakit yang perlu perawatan seumur hidup maka penting untuk melakukan langkah pencegahnnya,” tutur dr Syifa.

 

Jumlah penderita diabetes di dunia
Mengutip Data Indonesia, Indonesia berada di urutan kelima dengan jumlah pengidap diabetes terbesar di dunia. Ada 19,5 juta warga Indonesia berusia 20-79 tahun yang mengidap diabetes pada 2021.

 

Urutan pertama diduduki oleh China dengan jumlah penderita 140,9 juta jiwa, selanjutnya India 74,2 juta jiwa. Kemudian Pakistan 33 juta jiwa, dan Amerika Serikat 32,2 juta jiwa.

 

Secara global, International Diabetes Federation (IDF) memperkirakan ada 537 juta jiwa yang mengidap diabetes pada tahun 2020. Sementara, lebih dari 6,7 juta orang diperkirakan meninggal akibat penyakit tersebut.

 

Pewarta: Syifa Arrahmah
Editor: Aiz Luthfi



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Kesehatan Lainnya

Terpopuler Kesehatan

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×