Home Lapsus Warta Fragmen Quran New Keislaman Ramadhan Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Khutbah Cerpen Ubudiyah Daerah Sirah Nabawiyah Seni Budaya Internasional Risalah Redaksi Tafsir Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Mapala Unsoed Meninggal di Gunung Slamet karena Hipotermia, Kenali Gejala dan Penanganannya

Mapala Unsoed Meninggal di Gunung Slamet karena Hipotermia, Kenali Gejala dan Penanganannya
Ilustrasi orang kedinginan. (Foto: NU Online/Freepik)
Ilustrasi orang kedinginan. (Foto: NU Online/Freepik)

Jakarta, NU Online
Seorang Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Puwrokerto, Jawa Tengah meninggal dunia dalam pendakian Gunung Slamet. Korban yang merupakan mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed asal Banjarnegara itu bernama Sadewa Natha Radya.

 

Sadewa tergabung dalam Unit Pandu Lingkungan (UPL) Unsoed yang tengah melakukan pendakian wajib ke Gunung Slamet yang dilaksanakan selama tiga hari, 24-26 Februari 2023 melalui jalur Permadi, Guci, Kabupaten Tegal.

 

Dalam siaran pers Humas Unsoed, Sadewa dilaporkan meninggal dunia karena kondisi hipotermia akibat cuaca buruk yang terjadi di luar prediksi saat pendakian. Jenazah korban berhasil dievakuasi pada Ahad (26/2/2023).

 

Wakil Rektor Unsoed Bidang Kemahasiswaan, Noorman Arie Prayogo mengatakan bahwa sebelum pendakian, UPL Unsoed telah berupaya untuk melakukan persiapan berkaitan dengan risiko dari kegiatan pendakian, mulai pembekalan stamina, keterampilan, pun pengawasan terhadap rute yang dipilih, sebagaimana dikutip dari Antara.

 

Mengenal Hipotermia
Melansir Healthline, hipotermia adalah suatu kondisi yang terjadi ketika suhu tubuh turun di bawah 35 derajat celcius. Komplikasi utama dapat terjadi dari penurunan suhu ini, termasuk kematian. Hipotermia sangat berbahaya karena memengaruhi kemampuan seseorang untuk berpikir jernih. Ini dapat menyempitkan peluang untuk mencari bantuan medis.

 

Gejala Hipotermia
Gejala hipotermia yang paling umum meliputi menggigil berlebihan, pernapasan melambat, ucapan yang melambat, kejanggalan, tersandung, kebingungan.

 

Sementara seseorang yang terlalu lelah, memiliki denyut nadi yang lemah, atau tidak sadarkan diri mungkin juga mengalami hipotermia.

 

Penyebab Hipotermia
Cuaca dingin adalah penyebab utama hipotermia. Saat tubuh seseorang terkena suhu dingin yang ekstrem, ia kehilangan panas lebih cepat daripada yang biasa dihasilkannya. Berada di air dingin terlalu lama juga bisa menyebabkan efek ini.

 

Ketidakmampuan untuk menghasilkan panas tubuh yang cukup sangatlah berbahaya. Suhu tubuh bisa turun dengan cepat dan signifikan.

 

Paparan suhu yang lebih dingin dari suhu normal juga dapat menyebabkan hipotermia. Misalnya, jika seseorang langsung masuk ke ruangan ber-AC yang sangat dingin setelah berada di luar, itu bisa berisiko kehilangan terlalu banyak panas tubuh dalam waktu singkat.

 

Penanganan Hipotermia
Hipotermia adalah keadaan darurat medis. Segera hubungi 112 jika mendapati seseorang tengah menderita hipotermia.

 

Tujuan pengobatan hipotermia adalah untuk membawa suhu tubuh ke level normal. Sambil menunggu perawatan darurat, orang yang terkena atau pengasuhnya dapat mengambil langkah-langkah berikut ini:

 

1. Menangani dengan hati-hati
Tangani orang yang terkena dampak dengan hati-hati. Jangan memijatnya untuk memulihkan aliran darah. Setiap gerakan yang kuat atau berlebihan dapat menyebabkan serangan jantung. Pindahkan atau lindungi mereka dari hawa dingin.

 

2. Lepaskan dari pakaian basah 
Lepaskan pakaian basah orang dengan hipotermia. Balut dengan selimut hangat, termasuk wajah, tetapi jangan mulut mereka. Jika selimut tidak tersedia, gunakan panas tubuh Anda untuk menghangatkannya.

 

Jika penderita hipotermia dalam keadaan sadar, cobalah beri mereka minuman hangat atau sup, yang bisa membantu menaikkan suhu tubuhnya.

 

3. Berikan kompres hangat
Beri kompres kering hangat (bukan panas), seperti botol air hangat atau handuk hangat. Oleskan kompres hanya ke dada, atau leher. Jangan mengompres lengan atau kaki dan jangan gunakan bantalan pemanas atau lampu pemanas. Menerapkan kompres ke area ini akan mendorong darah dingin kembali ke jantung, paru-paru, dan otak, yang bisa berakibat fatal. Suhu yang terlalu juga panas dapat membakar kulit atau menyebabkan serangan jantung.

 

4. Pantau pernapasan 
Jika pernapasan orang dengan hipotermia  tampak sangat lambat, atau bahkan kehilangan kesadaran, lakukan CPR (cardiopulmonary resuscitation) atau RJP (resusitasi jantung paru) oleh seseorang yang terlatih untuk melakukannya.

 

5. Perawatan medis
Hipotermia parah secara medis diobati dengan cairan hangat yang disuntikkan ke pembuluh darah. Seorang dokter akan berusaha menghangatkan kembali darah, dengan prosedur di mana mereka mengambil darah, menghangatkannya, dan kemudian memasukkannya kembali ke dalam tubuh.

 

Pemanasan jalan napas juga bisa dilakukan melalui masker dan selang hidung. Menghangatkan perut melalui pompa perut, di mana larutan air garam hangat dipompa ke dalam perut, juga dapat membantu.

 

Pewarta: Nuriel Shiami Indiraphasa
Editor: Aiz Luthfi



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Kesehatan Lainnya

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×