Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Update Kasus Gagal Ginjal Akut, Pasien Meninggal Tembus 200 Orang

Update Kasus Gagal Ginjal Akut, Pasien Meninggal Tembus 200 Orang
Ilustrasi ginjal.
Ilustrasi ginjal.

Jakarta, NU Online
Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Mohammad Syahril, menyampaikan hingga saat ini data sementara total kematian pasien gagal ginjal akut di Indonesia mencapai 200 orang.

 

“Total kematian ada 200 orang,” terang Syahril pada tayangan Tea Time IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Menjawab “Update Terkini Gangguan Ginjal Akut pada Anak” yang disiarkan langsung di akun Instagram IDI, Jumat (18/11/2022).

 

Sementara itu, Syahril menyebut total pasien sembuh ada 111 orang dan 13 orang lainnya masih dalam perawatan. Data tersebut merupakan akumulasi kasus gagal ginjal akut di 27 provinsi di Indonesia.

 

“Saat ini, yang sembuh sudah ada, kita masih tercatat dari 27 provinsi dan saat ini yang dirawat tinggal 13,” ujar Syahril.

 

Kendati begitu, Syahril menyebut bahwa kasus gagal ginjal akut pada anak di Indonesia tidak mencatat adanya tambahan kasus. Adapun kasus meninggal tersebut, lanjut dia, merupakan pasien yang telah menerima perawatan dan dinyatakan sudah dalam kondisi stadium lanjut atau 3.

 

"Tapi memang yang meninggal itu karena yang dirawat. Yang dirawat itu lama-lama lho, ada yang satu bulan, satu bulan setengah," tuturnya.

 

Syahril juga menambahkan, melalui pengalaman merebaknya kasus gagal ginjal pada anak di tanah air, ia menilai bahwa hal tersebut harus menjadi refleksi bagi para tenaga medis dan tenaga kesehatan untuk meningkatkan sinergi.

 

“Dalam pengalaman ini sebetulnya kita harus bekerja sama. Contohnya obat, apakah dokter dan rumah sakit ikut bertanggung jawab mengawasi?” jelas dia.

 

Kendati peran tersebut di bawah kendali Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Syahril mengingatkan bahwa tenaga medis harus memberikan respons profesionalisme ketika mendapati satu fenomena mengkhawatirkan, seperti temuan gagal ginjal akut di sejumlah wilayah Indonesia.

 

“Dalam hal ini memang tidak langsung karena yang mengawasi langsung adalah BPOM, tapi bagi teman dokter ketika melihat kejadian tidak biasa maka responsnya harus cepat yang tentu saja harus dan mengajak yang lain,” kata dia.

 

“Gerak kita kadang terbatas pada spesialisasi kita. Padahal, kita perlu mengajak apoteker, epidemiolog, maupun peneliti karena ini tanggung jawab bersama,” imbuhnya.

 

Sebelumnya, Kemenkes melaporkan jumlah kasus gagal ginjal akut pada anak tercatat ada 324 kasus dan kasus sembuh sebanyak 111 pasien dengan kasus kematian 199 pada Rabu (16/11/2022). Tidak ada penambahan kasus baru sejak 2 November 2022.

 

Pewarta: Nuriel Shiami Indiraphasa
Editor: Aiz Luthfi



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Kesehatan Lainnya

Terpopuler Kesehatan

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×