Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Bolehkah Puasa Dzulhijjah Sekaligus Qadha Ramadhan?

Bolehkah Puasa Dzulhijjah Sekaligus Qadha Ramadhan?
Orang yang mengqadha puasa tidak mendapatkan keutamaan puasa sunnah di bulan tersebut. Meski demikian, orang tersebut masih dianggap mengamalkan puasa sunah, tetapi tidak mendapatkan pahala sebagaimana yang disebutkan dalam hadits.
Orang yang mengqadha puasa tidak mendapatkan keutamaan puasa sunnah di bulan tersebut. Meski demikian, orang tersebut masih dianggap mengamalkan puasa sunah, tetapi tidak mendapatkan pahala sebagaimana yang disebutkan dalam hadits.

Jakarta, NU Online

Umat Islam disunnahkan untuk melaksanakan puasa di sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah. Apalagi, bulan ini tergolong dalam bulan yang mulia karena masuk di antara empat bulan asyhurul hurum, selain Dzulqa’dah, Muharram, dan Rajab.


Menjadi pertanyaan tersendiri, ketika orang yang masih memiliki utang puasa wajib Ramadhan, apakah boleh melaksanakan puasa sunnah Dzulhijjah? Atau bahkan boleh melaksanakan puasa sebagai qadha Ramadhan sekaligus puasa Dzulhijjah?


Dilansir NU Online (Bolehkah Niat Qadha Puasa Ramadhan Sekaligus Puasa Syawal?), orang yang masih memiliki utang puasa Ramadhan dianjurkan untuk segera membayar atau meng-qadha utang puasanya.


Mengutip pandangan Al-Khatib Al-Syarbini sebagaimana dilansir NU Online dalam tulisan berjudul Bolehkah Niat Qadha Puasa Ramadhan Sekaligus Puasa Syawal, orang yang mengqadha puasa tidak mendapatkan keutamaan puasa sunnah di bulan tersebut. Meskipun demikian, orang tersebut masih dianggap mengamalkan puasa sunah, tetapi tidak mendapatkan pahala sebagaimana yang disebutkan dalam hadits.


Namun, orang yang berutang puasa bukan karena uzur yang dibolehkan syariat tidak boleh untuk menunaikan ibadah puasa sunnah Dzulhijjah. Orang yang dimaksud di sini adalah orang yang memang sengaja tidak berpuasa tanpa alasan yang dibolehkan syariat, seperti dalam perjalanan, sakit, atau sudah usia senja. Orang demikian ini harus mengqadha utang-utang puasanya lebih dahulu.


Sementara itu, orang yang tidak berpuasa karena uzur syariat makruh untuk menunaikan puasa sunah sebelum menuntaskan qadha puasanya sebagaimana disampaikan Al-Mahamili dan Al-Jurjani yang dikutip oleh Syamsuddin Ar-Ramli dalam kitabnya, Nihayatul Muhtaj.


Untuk diketahui, bahwa sehari puasa di antara tanggal 1 hingga tanggal 9 Dzulhijjah itu diganjar sama dengan puasa selama setahun penuh. Hal ini didasarkan pada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi.


“Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar” (HR At-Trmidzi).


Pewarta: Syakir NF

Editor: Alhafiz Kurniawan



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×