Home Nasional Warta Esai Khutbah Daerah Cerpen Fragmen Ubudiyah Seni Budaya Sirah Nabawiyah Keislaman Internasional English Tafsir Risalah Redaksi Opini Hikmah Video Nikah/Keluarga Obituari Tokoh Hikmah Arsip Ramadhan Kesehatan Lainnya

Di Balik Batik Motif Naga Saat Menag Kunjungi Arab Saudi

Di Balik Batik Motif Naga Saat Menag Kunjungi Arab Saudi
Menteri Agama RI H Yaqut Cholil Qoumas melakukan kunjungan ke Arab Saudi. (Foto: Istimewa)
Menteri Agama RI H Yaqut Cholil Qoumas melakukan kunjungan ke Arab Saudi. (Foto: Istimewa)

Jakarta, NU Online
Ada yang menarik saat Menteri Agama RI H Yaqut Cholil Qoumas melakukan kunjungan ke Arab Saudi beberapa waktu lalu. Pada kunjungan bersama timnya ini, Menag dalam satu kesempatan mengenakan baju batik bermotif naga.


"Bukan tidak sengaja saya memilih motif itu lho..," ungkap Gus Yaqut, sapaan karibnya, melalui akun Facebook pribadinya, Sabtu (27/11/2021).


Gus Yaqut mengungkapkan bahwa motif batik naga melambangkan cerita spiritual dan harapan-harapan mulia. Naga yang dalam bahasa Tiongkok dikenal dengan nama Liong, dalam tradisinya berkaitan erat dengan sumber kekuatan alam. Dalam pemaknaan lainnya, Naga selalu melambangkan kekuatan alam yang dahsyat. Namun bukan alasan itu ternyata yang mendasari keinginannya memakai motif batik naga.


Alasan Gus Yaqut mengenakan pakaian batik tersebut adalah ingin menunjukkan bahwa Islam tidak pernah memandang latar belakang seseorang untuk melakukan kebaikan. Menurutnya, Islam kompatibel dengan ruang dan waktu apapun. Dan Indonesia sebagai negara dengan jumlah Muslim terbesar di dunia membuktikan itu.


Keberhasilan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia, lanjut Gus Yaqut, tidak terlepas dari vaksin yang disuntikkan kepada penduduk Indonesia. Sebagian besar vaksin ini dibuat oleh China bersama dengan vaksin yang diproduksi oleh Amerika dan beberapa negara lain.


"Maka mendudukkan jamaah umrah dan haji Indonesia setara dengan jamaah-jamaah dari negara lain, adalah tuntunan agama," jelasnya.


Lebih lanjut ia mengungkapkan syukurnya atas keputusan Pemerintah Saudi mencabut larangan penerbangan langsung dari Indonesia ke Saudi setelah sekian lama diterapkan. Mulai Desember 2021, penerbangan dari Indonesia tidak perlu transit ke negara lain untuk melakukan karantina.


"Saya meyakini, Otoritas Kerajaan Saudi Arabia konsisten sebagai pelayan Haramain dan meletakkan keselamatan dan keamanan umat Islam yang menginginkan beribadah umrah dan haji sebagai pertimbangan utama atas kebijakannya," katanya.


"Tidak salah jika saya, atas nama pemerintah, warga negara dan muslim Indonesia, menyambut keputusan itu dengan suka cita dan terima kasih sebesar-besarnya untuk Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia. Semoga Muslim Indonesia yg sudah merindu Tanah Haram bisa segera beribadah ke sana. Amiin," pungkasnya.


Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Kendi Setiawan



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×