Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Gus Kikin: Kitab Karya KH Hasyim Asy'ari Sesuai Kebutuhan Masyarakat

Gus Kikin: Kitab Karya KH Hasyim Asy'ari Sesuai Kebutuhan Masyarakat
Webinar Khazanah Manuskrip Pesantren Tebuireng Jombang pada Selasa (24/5/2022).
Webinar Khazanah Manuskrip Pesantren Tebuireng Jombang pada Selasa (24/5/2022).

Jombang, NU Online

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz, akrab disapa Gus Kikin, menyampaikan bahwa Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari selalu melandasi karya-karyanya pada fenomena yang terjadi di masyarakat secara umum.


Hal tersebut disampaikan dalam Webinar Khazanah Manuskrip Pesantren Tebuireng Jombang pada Selasa (24/5/2022). Diskusi tersebut dilaksanakan oleh Pondok Pesantren Tebuireng bekerja sama dengan Digital Repository of Endangered and Affected Manuscripts in Southeast Asia (DREAMSEA) Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.


Gus Kikin mencontohkan kitab Dhau'ul Misbah fi Bayani Ahkamin Nikah. Dalam mukaddimahnya, terangnya, Hadratussyekh menjelaskan bahwa penulisan kitab tersebut diilhami oleh banyaknya masyarakat yang tidak mengetahui tentang pernikahan.


"Kitab pernikahan di muqaddimahnya itu, beliau menuliskan, setelah mempelajari masyarakat yang ada, banyak yang tidak memahami hukum pernikahan," terangnya.


Dalam pengamatan Hadratussyekh, kata Gus Kikin, pembahasan mengenai pernikahan itu hanya dijumpai dalam kitab-kitab yang tebal sehingga tidak terakses oleh masyarakat umum.

 

"Rupanya hukum pernikahan itu adanya dalam kitab tebal. Makanya saya (merujuk Hadratussyekh) menulis kitab ini supaya mudah dipahami masyarakat," terang dia.


Oleh karena itu, Gus Kikin menegaskan bahwa karya-karya Hadratussyekh tidak lepas dari kondisi problematika yang dihadapi masyarakat. Hal ini tidak lain karena tujuan praktis agar ilmu tersebut diamalkan.


"Disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Bukan menulis pengembangan keilmuan, tetapi pengamalan keilmuan," kata dia.

 
Begitu pun kitab Adabul Alim wal Muta'allim yang menguraikan persoalan etika hubungan timbal balik murid ke guru dan guru ke murid, bukan sekadar satu arah. Kitab ini disusun untuk kebutuhan para santri Pondok Pesantren Tebuireng.

 

Menurut Gus Kikin, kitab ini juga cocok bagi masyarakat Indonesia. Bahkan dikaji juga oleh Habib Umar bin Hafidz dari Tarim, Hadramaut, Yaman.


Kegiatan ini juga menghadirkan Principal Investigator DREAMSEA Prof Oman Fathurahman, Dosen Filologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Adib Misbachul Islam, Dosen Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Anang Firdaus, dan Pegiat Turats Tebuireng Variz Muhammad Mirza.


Pewarta: Syakir NF

Editor: Fathoni Ahmad



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×