Nasional

Inovatif, Belajar Praktik Moderasi Beragama dari Situs SiModerat

Ahad, 6 November 2022 | 20:15 WIB

Inovatif, Belajar Praktik Moderasi Beragama dari Situs SiModerat

Dari SiModerat, peselancar dunia internet yang ingin mencari praktik-praktik toleransi bisa langsung disuguhi banyak cerita dari berbagai wilayah di Sultra, dan juga di wilayah Indonesia yang mengimplementasikan ikatan sosial saling menghormati antaragama, suku, ras, dan etnis.

Jakarta, NU Online

Iseng-iseng saya browsing tentang isu-isu terkait moderasi beragama di Mbah Google, ketika mengetik kata moderasi beragama, salah satu website yang muncul adalah website dengan nama "SiModerat". 


Situs yang gambar profil utamanya adalah foto Presiden Keempat Republik Indonesia, almarhum KH Abdurrahman Wahid ini ternyata mengungkap banyak hal seputar toleransi, saling menghargai dan penjelasan konsep-konsep moderasi beragama lho, terutama praktik kerukunan yang ada di Sulawesi Tenggara. 


Sesuai isi yang ada dalam websitenya, berdasarkan latar belakang peluncuran SiModerat, yang memiliki kepanjangan "Sistem Layanan Informasi Moderasi Beragama", situs ini memang sengaja diinisiasi oleh pihak Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Tenggara untuk rumah belajar tentang moderasi beragama dan juga menjadi referensi bagi masyarakat secara online untuk memperoleh informasi tentang moderasi beragama. 


Dikutip dari inilahsultra, saat peluncuran SiModerat Kepala Kemenag Sultra H. Zainal Mustamin mengaku inovasi website ini diinisiasi oleh Budi Permana sebagai kepala seksi pendidikan agama Islam. 


“Saya sangat memberikan apresiasi atas inovasi dari sistem aplikasi ini, tentu akan menjadi website pertama yang mengkampanyekan tentang toleransi ,” ujarnya.


Kepala Kanwil Kemenag Sultra yang banyak mendukung sosialisasi terkait moderasi beragama ini berharap dengan lebih gencarnya kampanye pentingnya menghargai perbedaan, bisa menjadi upaya agar Indonesia khususnya Sulawesi Tenggara memiliki generasi bangsa, anak-anak bangsa yang memiliki cara pandangan positif moderat dalam merawat indonesia ini dengan beragam etnis, budaya dan agamanya.


"Saya berharap mudah-mudahan ini dapat ditindak lanjuti dan lebih disebar luaskan supaya banyak teman-teman bisa mengakses informasi dan pengetahuan dasar tentang moderasi beragama melalui sistem informasi layanan ini," imbuhnya. 


Dari SiModerat, peselancar dunia internet yang ingin mencari praktik-praktik toleransi bisa langsung disuguhi banyak cerita dari berbagai wilayah di Sultra, dan juga di wilayah Indonesia yang mengimplementasikan ikatan sosial saling menghormati antaragama, suku, ras, dan etnis.


Pembaca bisa tahu bahwa sejatinya masyarakat Sulawesi Tenggara sudah menerapkan Moderasi Beragama sejak dulu. Pembaca bisa tahu bahwa sejatinya falsafah membumikan kearifan lokal di Sulawesi Tenggara sesungguhnya sudah ada dan terjadi sudah lama. Misalnya ketika ada bangunan masjid dan gereja yang berdampingan, kemudian ada bangunan berornamen Bali yang identik dengan agama Hindu, juga masjid yang dibangun oleh umat non muslim.


Kemudian, juga ditampilkan dokumentasi foto-foto lengkap dengan vidio oendek terkait Moderasi Beragama. Di kanal foto banyak terpampang kutipan-kutipan dari tokoh perekat kerukunan beragama dari berbagai latar belakang agama mulai dari KH Abdurrahman Wahid dan juga tokoh asli Sulawesi Tenggara. 


Ada juga dokumentasi kegiatan yang bertemakan moderasi beragama mulai serba-serbi pembuatan kopi masyarakat menuju Kopi Moderasi pada Diklat Penggerak Moderasi Beragama (PMB), hingga foto pemberian penghargaan bagi seorang umat Buddha bernama Alexander Tanjaya yang membangun Masjid. Akhirnya, Kemenag Sultra menjadikannya Tokoh Pelopor Moderasi beragama di Provinsi Sulawesi Tenggara. 


Selain foto, juga disediama  video-video terkait moderasi beragama yang berisi link hidup yang mengarahkan pembaca kepada channel khusus yang isinya berupa pelajaran-pelajaran tentang toleransi dan indahnya kedamaian dalam keberagaman. 


Selain itu SiModerat juga memaparkan gebrakan-gebrakan upaya Kanwil Kemenag Sultra untuk mengkampanyekan tentang praktik moderasi beragama di antaranya dengan pembentukan Graha Moderasi yang seringkali menjadi tempat diskusi dan sharing-sharing masyarakat lintas agama dan juga menggelar pelatihan-pelatihan untuk kader penggerak moderasi.


Tidak hanya menyajikan liputan-liputan kegiatan yang dilaksanakan oleh Kemenag Sulawesi Tenggara, SiModerat juga melengkapi situsnya dengan update praktik moderasi secara umum dengan adanya kanalmya kategori informasi yang isinya


Moderasi Beragama Pusat, Moderasi Beragama Sultra,  PAI Pusat dan Pontren Pusat.


Salah satu yang ada dalam kanal moderasi beragama pusat yang ada pada SiModerat adalah konten berjudul "Eny Yaqut: Mari Ramaikan Ruang Medsos dengan Konten Moderasi Beragama", yang isinya tentang 


Penasihat Dharma Wanita (DWP) Kemenag Eny Retno Yaqut mengajak seluruh pengurus dan anggotanya untuk turut meramaikan jagat maya dengan konten moderasi beragama dan konten positif lainnya. 


Tentu saja, menurut Enny, kebutuhan tentang konten positif sangat mendesak jika ditilik dari perkembangan era digital serta rasa penasaran anak pada dunia internet yang sangat tinggi. 


"Mereka adalah pengguna internet terbesar. Jangan sampai konten dunia maya diramaikan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang kelak mereka akan merusak anak-anak kita,” ujar Eny. 


Eny dalam situs SiModerat juga  mengingatkan saat ini masyarakat terancam oleh berbagai masalah sosial mulai ekstremisme, intoleransi, kekerasan pada anak dan perempuan. 


Lebih lanjut, terkait SiModerat, Kepala Kemenag Kota Kendari H. Muhammad Lalan Jaya  mengatakan, penting mensosialisasikan praktik moderasi beragama terlebih di dunia maya. Apalagi saat ini  Moderasi Beragama merupakan salah satu program prioritas dari Menteri Agama. 


"SiModerat merupakan Inovasi Aksi Perubahan peserta PKP angkatan ke-2 Tahun 2022 yang diinisiasi oleh Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kemenag Kota Kendari Budhi Permana yang bisa menjadi instrumen dan referensi untuk lebih memasifkan informasi terkait apa dan bagaimana serta mendukung penuh Moderasi Beragama. Namun, karena situs ini berbasis online, pembaca diimbau bisa lebih menyaring mana informasi yang realistis dan mana informasi yang sekadar hoax. Karena sifatnya berbasis online, khususnya yang berkembang di media-media sosial," ujarnya.


Lalan Jaya berharap aplikasi SiModerat ini bisa menyentuh semua kalangan masyarakat mulai dari tingkat sekolah, perguruan tinggi bahkan pada masyarakat luas. Semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat dan kita bisa merawat kerukunan dalam keberagaman kita, dalam bermasyarakat dan bernegara,” tandasnya.


Penulis: Nidlomatum MR

Editor: Fathoni Ahmad

 

====================
Liputan ini hasil kerja sama dengan Biro Humas, Data, dan Informasi Kementerian Agama RI